Breaking News

Mantan Kades Ketangi, Merasa Diperlakukan Tidak Adil, Mogok Makan di Penjara



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.)–  KISAH Pahit Mantan Kepala Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi  Ambyah Panggung Sutanto terpidana korupsi  yang oleh  Hakim dijatuhi vonis Tiga Tahun penjara dan uang pengganti Rp 461 juta  atau kurungan pengganti 8 bulan, melakukan aksi mogok makan  karena ia merasa diperlakukan tidak adil oleh para penegak hukum.

Ambyah, menuntut keadilan, meminta Bupati Purworejo, Agus Bastian, untuk melakukan penghitungan nilai atas kegiatan-kegiatan realisasi pengelolaan dana desa di Ketangi tahun 2015 – 2017 baik yang terencana di APBD desa maupun yang tidak masuk dalam perencanaan.

“Saya meminta bahwa dalam penghitungan nilai atas kegiatan-kegiatan tahun 2015 sampai 2017 di Desa Ketangi dilaksanakan tidak sepihak tapi juga melibatkan pihak kami,” ujarnya.

Mantan petinju nasional  yang pernah menjuarai kelas bantam yunior tahun 2000 itu, Kini  mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purworejo. Karena  merasa diperlakukan tidak adil, melakukan aksi mogok makan.

“Mulai tanggal 11 Mei 2019 saya sudah mogok makan,” kata Mantan Petinju Nasional tersebut di Rutan Purworejo, Senin (13/5) kemarin.



Mogok makan tersebut, dikatakan  Ambyah, akan terus dilakukannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan hingga tuntutannya itu dipenuhi.

“Mogok makan ini mau seminggu dua minggu atau mau sampai kapan akan saya lakukan sampai tuntutan saya dikabulkan. Saya juga keberatan, tertulis kerugian negara Rp 522.972.838 kalau dihitung dengan benar nggak sampai segitu dan dananya juga sudah saya realisasikan untuk pembangunan, ini hanya kesalahan administrasi saja,” lanjutnya


Dengan wajah yang lesu dan tubuh sedikit lemas, Ambyah berpesan agar pihak keluarga terus mendukung perjuangannya. Selain itu ia juga mengingatkan para kades agar berhati-hati dalam mengelola dana desa agar tidak terjadi kesalahan administrasi sehingga bernasib seperti dirinya.

Menurut Ambyah, kerugian negara sebagai dasar sangkaan, dakwaan dan tuntutan terhadap dirinya diperoleh dengan cara yang tidak profesional yang kemudian merugikan masyarakat Desa Ketangi serta dirinya.

Atas klaim aksi yang sudah dijalani selama hampir 3 hari tersebut, pihak Rutan mengaku belum pernah mendatangkan tim medis untuk memeriksa kondisi kesehatan Ambyah.

“Dari pihak yang bersangkutan belum ada keluhan, jadi sampai sekarang belum kami periksa kesehatannya. Sepertinya juga masih sehat-sehat saja,” kata Humas Rutan Purworejo, Wisnu Priyo Budi Utomo pada media. (Hr )

Adm S.Tirta.

1 komentar:

  1. Lha njenengan korupsi ora lek???jawab jujur jal!!!!korupsi sithik karo akeh ki podo wae arane..ojo njuk merasa ternistakan,wong sing gawe nista yo sampeyan iku kok ya

    BalasHapus