Breaking News

Harga Kebutuhan Pokok Stabil, Kenaikan Dimungkinkan Menjelang Lebaran



PURWOREJO (KORANPURWOREJO ) -- Meningkatnya suplai dari para tengkulak dan intervensi pasar oleh pemerintah menjadi faktor stabilnya harga kebutuhan di pasar tradisional. Harga yang sebelumnya mengalami kenaikan,  kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mulai menurun. 

Seorang pedagang sembako di Pasar Baledono, Setyorini (50) mengungkapkan harga bawang yang kemarin meroket sudah turun hingga empatpuluh persen. Penurunan harga terjadi mulai pekan ini.

"kemarin harga bawang putih paling tinggi Rp 60 ribu dan paling murah Rp 45 ribu sekilo. Kalu sekarang paling mahal Rp 50 dan yang paling murah Rp 35 ribu," katanya kepada Wartawan, kemarin (14/5).

Dikatakan, penurunan harga bawang ini lantaran ada kenaikan stok dari para tengkulak. Harga yang mahal beberapa waktu kemarin juga menurunkan penjualan. Naiknya harga dan turunya permintaan ditengarai membuat tengkulak menurunkan harga grosir.



Sementara untuk kebutuhan lain, seperti cabai, bawang merah, dan beras terpantau stabil. Adapun fluktuasi harga hanya berkisar seribu hingga duaribu rupiah. Stok pangan tersebut dari petani lokal dan tengkulak juga tidak mengalami masalah.

"Harga bawang merah Rp 25 ribu sekilo, bawang bombay sama (Rp 25 ribu,red), cabai rawit Rp 14 sampai 16 ribu. Masih stabil harganya kalau awal ramadhan," kata pedagang sembako lain di lantau dua Pasar Baledono, Bawon (55).

Sama halnya dengan harga beras. Komoditas ini juga belum ada kenaikan harga. Stok beras dari petani lokal juga melimpah karena faktor musim hujan, sehingga aktivitas pertanian sawah lancar. Namun, menjelang hari raya nanti, kenaikan harga beras tetap dimungkinkan.

"Harga beras sekarang mulai Rp 8.000 sekilo yang biasa. Kalau jenis IR antara sembilan sampai sepuluhribu. Sedangkan untuk yang kualitas super ada yang Rp 12.000. Masih murah karena memang stok dari petani murah. Kenaikan biasanya nanti menjelang lebaran," kata Sawit (70), pedagang beras di Baledono.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan UMKM Purworejo, Gandi Budi Supriyanto menyampaikan, harga kepokmas di pasar tradisional terus dikontrol. Hal itu dilakukan supaya tidak ada kenaikan harga tiba-tiba yang memberatkan masyarakat.

"Harga kepokmas saat ini sudah stabil. Kita juga terus pantau di pasar-pasar. Kalau ada kenaikan secara cepat kami lakukan tindakan pengendalian harga dengan cara operasi pasar atau berkomunikasi dengan tengkulak," katanya.( Mas shp)
Adm. S Tirta.

Tidak ada komentar