Breaking News

Komnas Ham , Perlindungan Anak Korban dan Anak Saksi,Sangat Perlu Perhatian


PURWOREJO ( KoranPurworejo) ----Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Purworejo bersama Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) Pengadilan Negeri (PN) Purworejo menggelar Workshop dengan tema Perlindungan Anak Korban dan Anak Saksi dan juga sekaligus memperingati HUT ke-66 Ikahi. yang digelar, di Aula PN Purworejo, Senin (01/04/19).

Workshop  puluhan peserta dari berbagai instansi antara lain pendidik, advokat, wartawan, Komnas PA, serta organisasi masyarakat pemerhati perempuan dan anak.


Acara tersebut  menghadirkan Tujuh orang narasumber diantaranya Setyorini Wulandari SH MH dari Ikahi PN Purworejo, Iptu Setiyo Raharjo SH MH Kanit PPA Satreskrim Polres Purworejo, Budi Rahayu dari Dinas sosial, Sri Susilowati dari P2TP2A Puspita Kabupaten Purworejo, dr Ika Endah Lestariningsih SP KJ MKes dari RSUD Dr Tjitrowardojo, dan Heru Sasongko dari Bagian Hukum Setda Purworejo. Hadir pula Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono ST MM, Ketua PN Purworejo Sutarno SH MH, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Purworejo.


Diadakan Workshop ini agar masyarakat  tahu karena masih banyak anak korban atau anak saksi yang menjalani proses hukum masih kerap menerima tekanan atau intimidasi. Namun sekarang ini, Peradilan Pidana Anak telah mulai berlaku secara efektif di Kabupaten Purworejo sejak sekitar tahun 2017 sesuai dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, namun realitanya belum bisa benar benar di implementasikan.


Iptu Setiyo Raharjo selaku narasumber menyebutkan, jumlah tindak pidana yang melibatkan anak cukup tinggi di Kabupaten Purworejo. Hampir semua  mendapati adanya tekanan atau intimidasi terhadap anak korban atau anak saksi. Oleh karena itu pendirian Rumah Aman di Kabupaten Purworejo sangat penting, sehingga pada saat proses hukum berjalan mereka tetap hadir karena sudah ada rumah singgah, terang Setiyo.

“Dulu Pernah kejadian ada saksi yang ditekan dan dilarikan agar dia tidak dapat menghadiri sidang. Supaya tidak terjadi hal tersebut yang bersangkutan kami titipkan di Rumah Aman Cangkringan Sleman DIY,” jelasnya

Ketua Ikahi PN Purworejo yang juga Wakil Ketua PN Purworejo, Mardison SH, kepada media usai acara menjelaskan, bahwa Workshop digelar sebagai bentuk kepedulian Ikahi terhadap masyarakat, khususnya terkait perlindungan terhadap anak, jelas Mardison 

“Hal-hal positif dari hasil kegiatan ini akan kita rekomendasikan ke pihak-pihak atau instansi terkait,” jelasnya.

Lanjut Mardison, menegaskan pentingnya keberadaan Rumah Aman di Kabupaten Purworejo karena telah menjadi amanat UU.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Purworejo selaku Ketua Panitia Workshop,Yunus SH, menilai kepedulian terhadap anak korban atau saksi di Kabupaten Purworejo masih kurang. Pemerintah lebih mengutamakan pada proses hukum atau peradilan, sedangkan penanganannya belum maksimal. Tidak sedikit anak korban dan anak saksi yang pindah ke luar Kabupaten, karena merasa kurang terlindungi secara hukum serta hak – haknnya kurang terpenuhi.

"Semoga dengan diadakan workshop ini harapannya para stakeholder lintas sektor bisa bersinergi dan mengimplimentasikan amanat,” pungkasnya. (M.tirta)

Tidak ada komentar