Breaking News

Yosiyanti Mpd, Kepala SMP N 2 Purworejo, Gandeng Profesor Undip, Memotivasi Siswa.


PURWOREJO ( KoranPurworejo )-- SMP Negeri 2 Purworejo yang dipimpin oleh kepala SMP Yosiyanti Wahyuningtyas MPd menggelar kegiatan kelas Inspirasi berkerjasama dengan Paguyuban Parenting Kelas VII dan Kelas VIII.

Selasa (12/3), dalam kegiatan Parenting panitia mendatangkan Ilmuwan muda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Andri Cahyo Kumolo ST MT yang juga alumni SMP 2 Purworejo tahun 1988 untuk memotivasi ratusan siswa SMP Negeri 2 Purworejo.

Ahli herbal dan bahan pangan itu bahkan menyatakan siap memfasilitasi apabila ada siswa atau guru yang hendak melakukan penelitian. Profesor Andri mengisi program Kelas Inspirasi di sekolah tersebut dengan sasaran siswa kelas VII dan VIII. 

Ketua Paguyuban Parenting Kelas VII, Nurmansyah Alami, menyampaikan, usaha mencerdaskan anak di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua, lanjutnya, juga memiliki tanggung jawab yang sama dan dapat diterapkan langsung dengan sasaran siswa. Bentuk nyata usaha itu, katanya, adalah menghadirkan alumni yang sukses.

Sedangkan Kepala SMP 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas MPd mengemukakan, Kelas Inspirasi tidak mengganggu kegiatan belajar karena diselenggarakan pada waktu jeda tengah semester. 

"Kegiatan ini menjadi pelengkap usaha kami memintarkan anak secara. Mereka diingatkan bahwa sukses bukan diraih secara instan, apa yang diupayakan sekarang tidak akan sia-sia, pasti akan berguna di masa yang akan datang," tegasnya.

  Ditambahkan, materi yang disampaikan Profesor Andri juga sejalan dengan program sekolah yang memiliki ekstrakurikuler penulisan karya ilmiah. "Kami melihat anak memiliki motivasi untuk menulis dan meneliti, bahkan ada siswa yang pernah juara. Kami berharap ada tindak lanjut dengan Prof Andri atau Undip terkait pembinaan peneliti muda SMP 2 Purworejo," terangnya.

  Prof Andri Cahyo Kumolo mengemukakan, siswa harus terus mendapat mendapat motivasi sehingga terpacu untuk menggali potensi dirinya. Setiap anak, lanjutnya, bisa menjadi peneliti terlebih didukung kondisi lingkungan dan teknologi saat ini yang sudah maju. 

"Respons anak bagus, mereka punya rasa penasaran yang tinggi. Tinggal bagaimana sekolah mengarahkan, melibatkan dan meminta dukungan pihak lain, termasuk kami para akademisi," tuturnya. (MAS)

Tidak ada komentar