Breaking News

PURWOREJO BERJARIK, Tegaskan Bahwa Jarik Tetap Feshionable Dikenakan Era Modern.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO) –  Sepanjang Jalan Proklamasi di Area Alun-alun Purworejo dipenuhi oleh ratusan peserta Purworejo Berjarik, Sabtu sore (24/3)

Image berjarik untuk era sekarang adalah milik orang-orang tua dan ada kesan kalau memakai jarik adalah kuno, jadul dan tidak kekinian maka diharapkan dengan event Purworejo Berjarik ini akan merubah image kalau berjarik itu milik semua tidak hanya milik orang tua akan tetapi juga milik generasi muda sehingga diharapkan semua akrab dengan jarik.

Purworejo Berjarik dilaksanakan dalam rangka melestarikan pemakaian jarik yang diketahui bahwa jarik salah satu warisan leluhur, tidak hanya itu namun dalam kegiatan ini juga ada  peluncuran lagu KALI BOGOWONTO oleh Esa Band.

“Purworejo Berjarik adalah acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Lentera Art, sebuah komunitas lintas seni yang didalamnya banyak sekali pelaku seni. Acara ini mempunyai harapan yang sangat besar untuk seluruh masyarakat Purworejo bahwasannya jarik itu bukan kuno tapi bisa juga kekinian. Karena jarik itu sendiri adalah warisan leluhur bagaimana kita bisa nguri-uri (mewarisi) dan jarik itu bukan sesuatu yang aneh yang dipakai dalam acara acara tertentu saja, tapi bisa dipakai setiap saat sehingga memakai jarik itu bukan sesuatu yang luar biasa tetapi sesuatu yang biasa dan bisa dipakai setiap saat,” kata Ketua Purworejo Berjarik, Melania Sinaring Putri.

Dalam acara ini juga mengenalkan produk batik Purworejo untuk ditampilkan, diperkenalkan dan dipromosikan demi mendukung program pariwisata yaitu Romansa Purworejo dengan harapan kaum milenial tidak mengganggap kalau berjarik itu hanya untuk orang tua.

Acara ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan Pemerintahan Kabupaten sendiri walaupun masih dalam bentuk mobilisasi, para pelajar dan mahasiswa Purworejo yang berjumlah kurang lebihnya 500 pelajar, paguyuban lintas seni, HARPI Melati, PKK dan para pendukung lainya.

Lentera Art yang juga bekerjasama dengan Komunitas Diajeng Semarang atau KDS yang dimana  KDS memang penggiat dan pemrakasa beberapa event yang berkaitan dengan jarik. Mereka memiliki  misi melestarikan pakaian nusantara yaitu Kebaya dan Jarik.


Diajemg Maya mengatakan bahwa, KDS adalah komunitas para perempuan pencinta dan pelestari busana nusantara yang mampunyai program mensosialisasikan pakaian nusantara ini ke sekolah- sekolah di Jawa Tengah. 

"KDS berharap generasi muda mempunyai pakaian nusantara warisan leluhur, warisan budaya nusantara yakni batik dan kebaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan, Bahkan kami rencana akan membawa budaya berjarik ini hingga keluar negeri" Ungkapnya. (MAS)

Tidak ada komentar