Breaking News

EVENT Parade Budaya Hari Jadi Purworejo ke 188, Bikin Bangga Daerah



PURWOREJO (KORANPURWOREJO) -- SEMARAK Penyambutan Peringatan Hari Jadi Purworejo ke-188, yang baru pertamakali digelar sejak adanya perubahan Perda No.1 Tahun 2019, begitu meriah.  Puluhan ribu manusia berkumpul disepanjang rute karnaval Parade Budaya.

Event pertama, bertajuk  Jumenengan Bupati Pertama RAA. Tjokronegoro 1, digelar Rabu (Tgl 27 /2), dengan Tiga pagelaran ; 1. Beksan  Cakra, 2. Beksan Tjokra Tunggal , dan yang  ke 3. Sendra Tari Sengguh Ora Mingkuh.

Sedang Event ke dua di Gelar Parade Budaya, hari Sabtu sore ( 2/3/2019), yang akan dilanjur Event terakhir berupa Jalan Gembira yang akan digelar  10 Maret 2019.

Pada Even Parade Budaya  Sabtu (2/3/2019 ) setidaknya didatangkan 5 Kereta Kencana dari luar kota. Selain itu ,menampilkan Dramband Akmil, Dramband Sekolah, Parade Delman, Parade Bregodo dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo.

Dalam parade budaya tersebut, menggambarkan kebesaran kharismatik Bupati Pertama Purworejo R.A.A Tjokronegoro 1. Diperankan Bupati Agus Bastian.SE.MM. Setidaknya ada 6 Kereta yang menjadi daya tarik para wisatawan. Tampak Ketua DPRD serta beberapa pejabad daerah ambil bagian pada perhelatan tersebut.

Peserta Bregodo Pituruh ( ft.Lilid)
Rute parade  dimulai dari Pendopo Kabupeten Purworejo ke kiri Jalan Setia Budi - Tugu Gunungan Timur -  menuju keselatan melalui Jalan Urip Sumoharjo sampai Tugu Kresna -  Belok kanan menuju Jalan Jendral Sudirman -  SMP 1 belok ke utara Jalan Meyjen Sutoyo - Tugu Gunungan Barat - Terus ke utara sampai depan stasiun - Belok kanan ke arah Jalan Urip Sumoharjo sampai Tugu Gunungan Timur - Belok kanan kembali ke Pendopo.

Ada yang unik dalam perhelatan tersebut.  Selain atraksi atraksi Drum Band, yang mengundang decak kagum. Serta atraksi kuda kuda berdiri.

 Yang unik lagi,  Yaitu Bregodo dari berbagai Kecamatan di Purworejo. Setidaknya menurut Rahman Sudrajad.SS ( seniman sastra). Menganggapnya parade budaya Purworejo menggunakan ikon kostum ke Jogja Jogjaan.
Atribut yang digunakan baik blangkon, maupun luriknya surjan ,hampir semua bernuansa Jogja centris. 

Sementara Sastrawan  Sumanang Tirtasujana, menganggap hal yang demikian masih bisa ditolerir. " Mungkin saja para peserta Bregodo, tidak paham atau tidak mempersoal, atribud gaya Jogja atau Solo, kata Sumanang Tirta.
 " Padahal  Tjokronegoro 1, menjadi Bupati Purworejo dulu diangkat dibawah kekuasaan Paku Buwana VI  Surakarts. Akan lebih tepat jika Bregodo tersebut kelak dikemudian hari ditata , menyesuaikan atribut kekhas-annya.  Atau yang berciri kas Purworejo, imbuh Sumanang.

Dari catatan  KoranPurworejo, perhelatan Hari Jadi Purworejo 188, untuk yang pertamakali, sungguh bisa dinilai luar biasa. Hanya sayang  antara peserta parade dan pengunjung ( penonton) saling memenuhi jalan.  Nyaris keduanya membaur saling memenuhi badan jalan. Sehingga peserta parade jadi terganggu.

Warna budaya tradisi tampak mendominasi  visual. Meski tak terelakkan  harus berbaur langsung dengan produk budaya barat seperti Drum Band dan sejenisnya.  Event tersebut Setidaknya akan menjadi agenda tahunan yang kian menguatkan program Romanza 2020.


Selain menyedot banyak pengunjung. Event peringatan Hari Jadi  adalah bagian penting yang banyak menginspirasi bagi para kreator seni, juga para Star Up baru bagi para pebisnis.
Sebab senyatanya peringatan acara tersebut sangat berdampak pada dunia wisata.

Agus  ( pekerja seni ) berharap , " Kedepan acara dahsyat  seperti ini, semoga semakin tergarap lebih baik. Supaya jadi  ikon tersendiri bagi Kabupaten Purworejo. Parade ini sugguh sungguh hebat.  menonjolkan pakaian budaya  tradisi serta menghibur, ungkap Agus . ( st )

1 komentar: