Breaking News

Menolak Dianggap Usur. Yan Jangkrik, Bakal Pentas 'AENG' di Purworejo


PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )-- Yantoro atau Yang Jangkrik ,Lahir Rabu Kliwon 19 Juni 1957 di Yogyakarta .
Menggeluti dunia Teater sejak 1976 dibawah Bimbingan Landung Simatupang dan Almarhum Hasmi dan Wied NS dengan bendera Teater Stemka Yogyakarta.

Sudah tidak diragukan lagi dunia teater digelutinya hingga saat ini, meski kini menginjak usia 62 Tahun Yan Jangkrik tetap eksis. 

Baginya di usia ini ia punya ungkapan untuk menolak usur, dikarenakan semangat untuk berkarya dalam dunia teater masih membara sampai saat ini dan kapanpun tidak mengenal usia. 

Kini di tahun 2019  Pementasan Monolog "Aeng" karya Putu Wijaya direncanakan  dipentaskan oleh Yan Jangkrik di Purworejo, yaitu di STAINU pada tanggal 30 Maret 2019 mulai pukul 19.00 WIB

Adapun sedikit perjalanan Yan Jangkrik dalam dunia Teater sebagai berikut, ia pernah Memainkan berbagai Naskah Drama.
Dengan alasan perut ,pada tahun 1978 berhenti berTeater , merantau ke beberapa kota untuk bekerja.

Tahun 1980 kembali ke Yogyakarta untuk berwirausaha.
Tahun 1984 bergabung dengan Teater Arena Pimpinan Fred Wibowo dan terlibat memainkan beberapa Naskah.

Tahun 1987 menonaktifkan diri karena terjebak dalam kegilaan Mancing Mania.
Pada tahun 2010,bersama Landung Simatupang memainkan Naskah "Rami dan Cangkir Pecah" karya terjemahan .
Lalu terlibat dalam pementasan Dramatic reading .

Tahun 2011 bergabung dengan FMI (Folk Mataraman Institut) yang dikomandani Samuel Indratma(Perupa) dan Ncik Sri Krishna (Pemusik Balada) Mementaskan beberapa karya ciptaan Samuel Indratma dalam kemasan Wayang Papet.

Tahun 2016 diajak Sawung Jabo (Pemusik dan Teaterawan) dalam Naskah "Mencari Bapa" karya WS Rendra yang disutradarai Sawung Jabo.

Tahun 2017 mementaskan Monolog karya Whani Darmawan  berjudul "Samurai Sakate".

Tahun 2018 kembali mementaskan Monolog juga karya Whani Darmawan  berjudul "The Amazing Suparman".

Kemudian masih di tahun 2018 Mementaskan "Aeng' karya Putu Wijaya
Di Sociteit Taman Budaya Yogyakarta .
Kemudian "Aeng" dipentaskan lagi di Rumah Banjarsari Surakarta. (MAS)

Tidak ada komentar