Breaking News

Madu Klanceng, Kopi Lawa Andalan Dari Sudorogo Kaligesing




KALIGESING (Koranpurworejo)- DESA Sudorogo, Kaligesing adalah salah satu daerah dataran tinggi di Kabupaten Purworejo yang berada bersebelahan dengan Desa Ngaran dan Desa Pendem.

Di Desa Sudorogo ternyata tersimpan banyak potensi yang layak untuk dikenali oleh masyarakat luas, khusus nya kali ini ialah potensi ekonomi kreatif.

Melalui  Badan usaha milik desa (atau diakronimkan menjadi Bumdes) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Desa. BUMDES dikelola sesuai kebutuhan dan potensi Desa, di Desa Sudorogo terdapat dua usaha milik desa yang telah dikelola dan mampu bersaing didunia luar.

Minggu 10/3, pada kesempatan ini pemerintah desa beserta Masyarakat menggelar pengajian dari desa untuk negara dan bangsa, di SMP Negri 39 N Sudorogo  santunan dan juga digelar pameran produk olahan lokal desa Sudorogo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Gentong Sumharjono, Asisten 1 sekda bidang pemerintahan Kabupaten Purworejo, berjalan lancar meski sempat diguyur hujan saat pembukaan.

Gentong Sumharjono, sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh pemerintah dan masyarakat desa, dan berharap kegiatan semacam ini digelar berkelanjutan untuk memotivasi masyarakat.

Nafiati selaku direktur Bumdes Manis Mulyo desa Sudorogo. Kec Kaligesing, menjelaskan BUMDES mulai dari 25 Desember 2017.  Berjalanya BUMDES tahun 2018 dan sudah memiliki produk. Tapi baru diloncing diperkenalkan saat ini.

"Kami ada produk yang dilaunching dari unit perternakan lebah klanceng dengan nama MADU 3, dimana produk ini menjadi salah satu produk andalan yang nantinya diharapkan bakal mampu memberikan penambahan pendapat ekonomi bagi masyarakat," kata Nafiati.

Meski ini masih menjadi obyek percontohan dan nantinya diharapkan satu rumah nanti ada  5 kandang untuk menghasilkan madu dan BUMDES membantu memasarkan.


Tidak hanya MADU 3, namun pada pameran  juga dikenalkan produk andalan Desa Sudorogo lainya yaitu KOPI LAWA, dimana kopi ini dikemas saset dengan sudah dicampur dengan Gula Semut murni dari Desa Sudorogo.

Sementara itu, Indah, Erna , Septi pemuda Desa Sudorogo, yang berkecimpung di dunia bisnis olahan limbah. Khususnya limbah tali sutra, Talinya dari pengitak kainsutra di buat untuk kerajinan seperti bak sampah, tenggok prabotan rumah lainnya.

"Pabrik Hanya mengelola kain sutra , lalu kita ambil talinya untuk diolah. Dengan home industri, masih dijual lokal. Harga mulai dari 35 rb dan tergantung kesulitan dan jenis," ungkap Indah. (Mas/Tirta)

Tidak ada komentar