Breaking News

CCTV Dipasang Polantas di Titik Rawan, Pelanggar Bisa Kena Tilang.


Untuk menciptakan ketertiban berlalulintas, Satlantas Polres Purworejo, telah memasag CCTV di titik yang dianggap rawan kecelakaan. Salah satu gunanya untuk memonitor pelanggaran pengguna jalan, serta fungsi lain.

KoranPurworejo, memandang penting untuk turut memberitahukan kepada pembaca.  Sebab dengan CCTV tersebut, akan tertangkap dalam layar monitor, bagi siapapun yang melanggar. Tidak menutup kemunkinan bakal kena denda pelanggaran,

Sejak dilaunching hingga sebulan ke depan, menurut Kasatlantas Akp.  Nyi Ayu, masih dalam tahap uji coba dan sosialisasi. Jika terjadi pelanggaran, akan diberi surat teguran. Penindakan pelanggaran, akan mulai diberlakukan 25 Maret mendatang. Ada petugas yang siap 24 jam untuk memantau layar CCTV.

Ditambahkan Nyi Ayu, jenis pelanggaran yang dipantau, pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua, melanggar marka, tidak memakai sabuk pengaman, telat pajak kendaraan, maupun melanggar traffic light.

E-TLE sendiri, merupakan sistem dengan teknologi yang secara otomatis mendeteksi plat motor kendaraan, merekam pelanggaran, dan menyimpan bukti pelanggaran. Dalam hal ini, pelanggar terekam CCTV, data pelanggar terekam, serta jenis pelanggaran dan plat nomor pelanggar.

“CCTV untuk E-TLE ini kita pasang di pertigaan Lengkong, jalan Tentara Pelajar. Kenapa dipasang disitu? Karena titik tersebut rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran,” jelas Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, Jum’at (1/3).


Bilamana terjadi pelanggaran, ujar Nyi Ayu, data pelanggar diidentifikasi melalui SRC (Smart Regident Center). Surat bukti pelanggaran dan surat konfirmasi akan dikirim pihak kepolisian melalui PT Pos, kepada terduga pelanggar. Selanjutnya, terduga dapat mengklarifikasi/konfirmasi paling lambat 3 hari setelah surat diterima.

“Konfirmasi bisa melalui SMS, WA dan telpon ke no 085292464477. Jika tidak segera melakukan konfirmasi, maka petugas akan blokir STNK,” terang Nyi Ayu.

Pentingnya konfirmasi bukti pelanggaran ini, digunakan agar terduga pelanggar bisa mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk, jika kendaraan sudah dijual kepada pihak lain dan belum balik nama.

Setelah melakukan konfirmasi, kata Nyi Ayu, pelanggar akan diberikan surat tilang serta kode BRIVA sebagai kode virtual untuk pembayaran tilang di bank BRI, atau pelanggar bisa hadir di persidangan. Dan jika pelanggar tidak melakukan pembayaran, maka petugas secara otomatis akan memblokir STNK.( MN).

Tidak ada komentar