Breaking News

Banjir Surut, Fasilitas Umum Jadi Perhatian Khusus Untuk Dibersihkan



PURWODADI (KORANPURWOREJO) -- -Puluhan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo Turun tangan bersih-bersih fasilitas umum dan rumah warga di Kecamatan Purwodadi, Selasa 19/3.

Pasca 1 hari setelah bencana alam banjir  menerjang wilayah kabupaten Purworejo, puluhan warga yang tergabung dalam relawan dari berbagai komunitas, bersatu padu kumpul di GKJ Jenar, dimana GKJ Jenar sebagai posko untuk membantu masyarakat membersihkan fasilitas umum atau rumah warga.

Dijelaskan oleh Nicolas Legowo bahwa, mereka bersama dengan relawan lain memang berinisiatif untuk membantu masyarakat dalam hal bersih-bersih fasilitas umum.

Air banjir yang masuk gereja tempo hari.
kini dalam proses pembersihan.

"Jika yang disangka banjir sudah selesai jika sudah surut ternyata tidak begitu adanya, ya, banjir surut tapi masih banyak yang harus dilakukan pula, salah satunya ialah pembersihan dampak yang dibawa oleh banjir, seperti lumpur, batu yang membuat terganggunya pelayanan masyarakat atau ketidak nyamanan Masyarakat jika tidak segera dibersihkan," kata Legowo.

Dengan relawan yang ada kita ingin meringankan beban saudara-saudara kita dengan membantu mereka membersihkan rumah. Ya dirasa jumlah relawan sendiri masih kurang karna banyak rumah dan fasilitas umum yang juga harus dibantu, terutama bagi keluarga yang sudah sepuh-sepuh, janda. Ada pula kita juga keterbatasan fasilitas seperti pompa air selang pacul dan alat pembersih lainya.

Kita akan lakukan kegiatan ini biasanya hingga 2 minggu kedepan setalah banjir, "harapan saya masyarakat lain dan pemerintah juga ikut andil dalam hal ini, karena ini juga butuh perhatian khusus, terutama fasilitas umum seperti sekolah. Pasca banjir ini banyak anak-anak yang harusnya sudah mulai berkegiatan belajar mengajar tapi mereka harus bersih-bersih dan merasakan ketidaknyamanan di sekolah karna kotor," Jelas Legowo.

Sedangkan itu Ratijo Guru SD N Purwosari, Jenar, menyampaikan jika setiap hujan lebat dan durasinya lama pastinya sekolah ini terkena banjir.

Ketinggian banjir hingga sepaha orang dewasa, dengan begitu banyak fasilitas sekolah seperti buku leptop harus segera di selamat kan, sedangkan dirumah Ratijo dan beberapa guru lain sendiri juga terkena banjir.

"Saya berharap perhatian pemerintah lebih terkait hal ini, dimana kami butuhkan gedung tambahan bertingkat untuk menyimpan berbagai fasilitas sekolah agar jika ada banjir sudah terselamatkan dan juga bisa untuk kegiatan pendidikan siswa," ungkap Ratijo. (MAS)

Tidak ada komentar