Breaking News

Tokoh Agama Purworejo Menolak Tempat Ibadah Jadi Ajang Politik


Deklarasi tokoh agama ( ft.daniel).
PURWOREJO ( KORANPURWOREJO) Kapolres Purworejo, AKBP Indra K Mangunsong, SH, SIK, MM  menyerap pendapat publik pada forum Focus Group Discussion (FGD)  dari sejumlah tokoh agama, dan berbagai elemen lain,  Jum,at  (22/2) di Hotel Plaza.

Acara yang dikemas dalam FGD dengan berbagai lintas tokoh agama dalam rangka menciptakan pemilu aman, damai, sejuk itu, menghasilkan kesepakatan deklarasi, tempat ibadah tidak boleh, dijadikan sebagai sarana politisasi. Tempat ibadah tidak boleh dijadikan untuk kegiatan politik.

“Dengan diselenggarakannya FGD ini bisa menjadi mesin pendingin saat pesta demokrasi berlangsung. Hal ini harus bisa meciptakan suasana yang nyaman dan tenang, bukan bermusuhan dan adu domba satu dengan yang lainnya,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kepala Kemenag Purworejo, H Bambang Sucipto melarang masjid dijadikan tempat kampanye apalagi menjelek-jelekkan salah satu pihak. Saya tegaskan, hal itu tidak boleh terjadi, ungkapnya.

“Masjid adalah tempat kita beribadah, tempat kita sujud, haram hukumnya bila dijadikan sebagai sarana politik,” tegas Bambang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq menjelaskan, Bawaslu mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk tidak  menggunakan tempat ibadah sebagai sarana politik. Sebab kampanye di tempat ibadah itu pelanggaran pidana.

Antisipasi pemanfaatan rumah ibadah sebagai tempat kampanye itu ,sebagai upaya menciptakan pemilu yang berintegritas dan bermartabat,” kata Kholiq. 

“Tempat ibadah itu salah satu sarana yang dilarang untuk dijadikan tempat kampanye. Hal tersebut diatur dalam UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu,,” Jelas Kholiq. ( Mn.Tirta)

Tidak ada komentar