Breaking News

Serba Serbi Pilkades, Ada Yang Draw, Ada Aksi Cukur Gundul, Ada Rekor Suara Tidak Sah Tinggi.

Kades terpilih Trirejo Loano
dan pendukung,cukur gundul.

PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM ) Dari panatuan langsung Bupati dan Wakil Bupati di beberapa titik ( sebagaimana diberitakan KoranPurworejo.com , Kamis 31 /1/2019 ) lalu. Hasil monitoring Bupati dan Wakil Bupati yang disertai SKPD, pilkades serentak 2019, yang digelar di 343 desa, diikuti 843 peserta, dinilai berjalan lancar. Bahkan oleh Kadinas Pemberdayaaan masyarakat desa , Agus Ari Setyaji, Ssos. Dinyatakan kondusif. Bahkan antausiasme kehadiran masyarakat mencapai 80 %.

Dari pantauan Koran Purworejo.Com ada beberapa keunikan yang terjadi ditengah pesta demokrasi Pilkades tersebut.
Ada yang terjadi kalah tipis 2 suara, bahkan ada yang kalah dengan 1 suara.

Unik lain, seperti di desa Trirejo Loano, Sang kepala desa terpilih, dan para pendukungnya melakukan aksi cukur  Gundul , konon dilakukan sebagai nadar rasa syukur.


Sementara di desa Popongan, seluruh krew penyelenggara yang terlibat dalam kepanitiaan menggunakan pakaian adat jawa. Dengan menggunakan Surjan dan berblangkon. Sedang dilain tempat pada umumnya rata rata menggunakan pakaian hitam putih.

Juga ada keunikan terjadi  di Desa Kebondalem (Kecamatan Kutoarjo)  dan Desa Karangrejo ( Kecamatan Loano). Ada perolehan suara yang Draw ( sama jumlah perolehan suaranya) 

Pilkades Kebondalem diikuti  3  calon kades, dua diantara calonnya Yaitu Syamsul Ngarifin dan Purwanto mendapat suara sama sebanyak = 173 suara. Sementara satu calon lain, Usul berhasil mendapat 158 suara.

Sedang di Desa Karangrejo Kecamatan Loano, Pilkades juga diikuti 3 calon kades. Ketiganya yakni Mardiyono mendapat suara 153, dan dua diantaranya, Patnani dan Ngateman memperoleh suara terbanyak dengan jumlah perolehan suara sama sebanyak 388 suara.

Para panitia, dan warga masyarakat pun terheran heran dengan fakta tersebut.
Dikatakan Kadinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Agus Ari Setyaji.Ssos. 
"  Menghadapi fakta tersebut Panitia bisa  merujuk pada Perbup No 67 Tahun 2018 sebagai pengganti dari Perbup No 4 Tahun 2017 maka penentuan calon terpilih dapat dilakukan dengan dua metode penghitungan, pertama dengan menghitung jumlah suara pemenang di wilayah pemilihan.

" Misalnnya ada tiga wilayah pemilihan, maka siapa calon yang menang di dua wilayah pemilihan ia ditetapkan sebagai calon terpilih,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Agus Ari Setiyadi saat  Jumat ( 1/2/2019 ).

Kedua, penentuan calon terpilih dapat ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dengan selisih yang lebih sedikit dari pengurangan perolehan suara tertinggi dengan perolehan suara terendah masing-masing calon. 

Jika cara pertama tetap hasilnya sama, maka digunakan cara kedua. Jadi tidak perlu ada pengulangan Pilkades lagi,” imbuhnya.

Akhirnya setelah merujuk pada metode tersebut, Patnani dinobatkan sebagai calon kades terpilih Desa Karangrejo Loano dan Purwanto menjadi calon kades terpilih Desa Kebondalem Kutoarjo.

Jumlahmsuara tidak sah di Pilkad3s Brunosari
Kec. Bruno yang sanat tinggi.

Ada yang unik dan diluar dugaan, terjadi di Pilkades Brunosari (Kecamatan Bruno). Dimana Pilkades di desa tersebut diikuti oleh 4 Calon Kades.

Tercatat daftar jumlah  suara pemilih sebanyak 2153 . Namun saat digelar pemilihan  suara yang dinyatakan sah hanya 1401 suara.  Unik dan  diluar dugaan, ternyata ada angka  yang cukup tinggi , berjumlah 752 dinyatakan menjadi suara tidak sah. Setidaknya jumlah tersebut memunculkan berbagai praduga. 
Dari data yang ada , di Pilkades Brunosari, memetik rekor suara tidak sahnya mencapai angka paling tinggi.


Adapun perolehan suara masing masing calon  yaitu : 1.Bangun Sunaryo.Spd, MM mendapat  84 Suara, Akhmad Suyitno  12 Suara, Nur Muhamad   515 suara. Perolehan tetbanyak di peroleh  Zaenal Abidin  dengan jumlah 790 suara. ( Nang).

Tidak ada komentar