Breaking News

Peringati Hari Pers Nasional, Wartawan Bhakti Sosial, Beri Santunan.


PURWOREJO ( KORANPURWOREJO) DALAM rangka peringatan Heri Pers Nasional (HPN) yang tergabung dalam Pewarta Purworejo dan  Persatuan Wartawan Online Independen (PWOI ) Purworejo. Mengadakan  acara tasyakuran di Balai Wartawan Sabtu (16/2) yang dihadiri sejumlah pewarta yang bertugas liputan di wilayah Purworejo. Dilanjut dengan melakukan bhakti sosial.

Para jurnalis PWOI mendatangi , Marsono (42), warga yang menderita sakit dan tidak tersentuh bantuan sosial (Bansos) . Aksi solidaritas mereka lakukan dengan memberikan donasi kepada keluarga Marsono,  di Dusun Buntit RT 001 RW 008 Desa Gintungan Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Sabtu (16/2).

Bantuan berupa dana tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWOI Kabupaten Purworejo, F Daniel Raja Here, bersama para anggotanya usai menggelar acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 di Balai Wartawan Purworejo.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HPN 2019, dimana para anggota PWOI mengumpulkan sedikit rezeki bagi Bapak Marsono dan keluarga,” kata Daniel.

Daniel menyebut, nilai bantuan yang diberikan memang tidak seberapa. Namun, aksi sosial tersebut setidaknya dapat mendorong anggota PWOI untuk dapat meningkatkan jiwa solidaritasnya terhadap sesama yang membutuhkan.

“Semoga donasi yang kita kumpul ini bermanfaat bagi Pak Marsono dan keluarga. Memang tidak seberapa jumlah donasi yang kita berikan, akan tetapi, sebagai sesama umat sudah sepatutnya kita ikut serta merasakan penderitaan orang lain. Doa kita, semoga beliaunya cepat sembuh,” imbuh Daniel.

“Dari informasi yang kami himpun keluarga Bapak Marsono ini belum mendapatkan Bansos, seperti PKH atau lainnya, padahal betul-betul membutuhkan bantuan di tengah kondisinya yang sakit dan harus menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Kami berharap ada perhatian, khususnya dari Dinas Sosial,” tandasnya.

“Apalagi keluarga sempat putus asa tidak dapat melanjutkan sekolah anak yang mau masuk SMP dan yang kecil mau masuk TK,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Marsono dan keluarganya tidak tersentuh Bansos di tengah penderitaannya melawan penyakit dan sulitnya kondisi ekonomi. Marsono kini tidak lagi mampu bekerja dan hanya dapat berdiam diri di rumah akibat sakit ginjal yang diderita sejak 2 tahun terakhir. Dalam sepekan ia harus rutin 2 kali cuci darah di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari serta biaya transportasi berobat, Marsono mengandalkan sang istri, Warsini (36), yang hanya menjadi buruh serabutan dengan upah tidak seberapa. Sementara, ibu dari Marsono yang juga tinggal serumah, Wagini (61), tidak dapat berbuat banyak untuk membantu karena hanya mengandalkan hasil dari buruh tani.

Wagini juga belum pernah menerima PKH. Bantuan pemerintah pernah diterimanya, tetapi sudah cukup lama, sekitar 4 tahun silam, saat ada bantuan langsung tunai (BLT).

Atas bantuan yang diberikan PWOI, Marsono bersama sang istri menyatakan terima kasihnya. Bantuan yang diterimanya sekaligus menjadi dukungan moral bahwa masih ada pihak-pihak yang peduli dengan keterbatasan keluarganya. (MN.Tirta).

Tidak ada komentar