Breaking News

HARI INI, Hari Jadi Purworejo Ke 188, Bakal Sajikan Tiga Pagelaran Sekaligus


PURWOREJO (KORANPURWOREJO) --SELAIN berbagai agenda event yang bakal digelar hingga bulan Maret 2019 nanti.
Sekretaris Daerah  Said Romadhon, Rabu ( 27/2/2019) menjelaskan, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo bakal digelar peringatan Hari Jadi Purworejo ke 188 Tahun 2019.

Peringatan pertamakali, setelah Hari Jadi mengalami perubahan ini, digelar Hari ini Rabu (27/2)  di Pendapa Agung Kabupaten, mulai pukul 19,30 Wib.  Para pejabad, tokoh masyarakat dan tamu undangan diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa. Masyarakat umum bisa menikmatinya, untuk datang di area Pendopo kabupaten Hari ini, Rabu (27/2) pukul 19.30 sampai selesai.
R.A.A Tjokronegoro 1 Bupati Pertama di Purworejo.

Dalam peringatan hari Jadi ke 188, yang juga sebsgsi Jumenengan R.A.A. Tjokronegoro 1  akan diisi prosesi Jumenengan yang menggambarkan Tjokronegoro 1 saat dilantik menjadi Bupati pertama Purworejo.

Juga akan ditampilkan Beksan Kidung Cakra
Karya Melania Sinaring Putri, S.Sn.
Penata iringan: Anon Suneko, S.Sn., M. Sn.

Beksan Kidung Cakra ini, merupakan sebuah tarian yang ditampilkan khusus pada Pengetan Jumenengan Bupati pertama Purworejo, R.A.A. Tjokronegoro I. Tarian ini mengisahkan tentang tembang kehidupan manusia. Lingkaran kehidupan yang terus berputar, kadang berada di bawah, kadang berada di atas, sekaligus kadang berada pada kedua-duanya dalam waktu yang sama. Selain itu, senjata cakra yang dibawa oleh para penari mewakili spirit naluriah manusia untuk  memerangi keangkaramurkaan dan  memenangkan kebajikan.


Yang ke dua, Beksan Cakra Tunggal
Karya: Wibi Supri Andoko
Penata Iringan: Anon Suneko, S.Sn., M. Sn.
 "Jinangkah, lumangkah tumujuning jaya binangun, manunggaling kaprawiran prajurit tombak ngestokaken dawuhing pangeran prantara lurah nimbali".

"Beksan Cakra Tunggal" merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari tokoh Bupati pertama Kab. Purworejo R.A.A. Tjokronegoro I. Tarian ini menggambarkan karya agung yang telah diciptakannya setelah Jumeneng menjadi bupati pertama Kab. Purworejo, di antaranya adeging pendhapa kabupaten, gumelaring alun-alun Purworejo, dan bedhug Purworejo.

Sedang yang ke 3, adalah sajian Sendratari: "Sengguh Ora Mingkuh"
Sutradara: Melania Sinaring Putri, S.Sn.
Koreografer: Melania S.P.,S.Sn., Wibi Supri Andoko, dan Danang Nur W., S.Sn.
Penata musik: Anon Suneko, S.Sn., M. Sn.

"Sengguh Ora Mingkuh" adalah merepresentasikan semangat masyarakat Purworejo dalam bekerja dan berkarya dengan penuh rasa percaya diri namun  tetap rendah hati, pantang mundur, pantang menyerah dan memiliki disiplin diri. Karya ini juga menceritakan berbagai problematika manusia,  perjuangan dan daya upaya para pahlawan, serta menampilkan karya-karya agung yang dipersembahkan untuk Purworejo. Melalui "Sengguh Ora Mingkuh", kita akan diajak untuk kembali menyelami kedalaman batin manusia dan  kesejatian hidup dalam balutan seni dan budaya.

Bagaimana bentuk garapan dan kejutan apa saja yang akan muncul di dalamnya, datang dan saksikan, " Pengetan Jumenengan R.A.A. Tjokronegoro I", Rabu, 27 Februari 2019 di Pendopo Agung Kab. Purworejo dan Jalan Setia Budi Purworejo. ( Mas MnTirta).

Tidak ada komentar