Breaking News

EMPAT Seniman Muda. Lakukan Pameran Biaya Mandiri.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM)-- Bertempat di  di Omah Lawas, Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo, 2 s/d 10 Februari 2019. Empat seniman muda Purworejo menggelar pameran Mandiri. Dari awal prosesnya  ia biayai sendiri, diinisiasi sendiri. Ini gejala kegelisahan kreatifitas positif. 
Setidaknya, mungkin ia ingin membuktikan bahwa bagian dari kerja seniman salah satunya adalah berkarya. Kemudian mempublikasikan karyanya,  serta presentasi publik. Kerja empat seniman muda ini pantas diteladani. Karena ia bekerja mandiri tanpa sponsor.


 Umar Faruq kepada media menjelaskan, 40 koleksi yang dipamerkan merupakan karya dari empat seniman,  Fadlan Fariz Kurniawan, Muhammad Nurcito Adi, Umar Faruq dan Supriyono. Keempat perupa ini semua masih berstatus sebagai mahasiswa di perguruan tinggai di Jogja. Meski keempatnya berbeda latar belakang, namun mampu menciptakan karya-karya yang utuh dan bermakna dalam pameran perdana ini.

Tema titik dipilih dengan harapan pameran ini mampu menjadi titik pijakan kehidupan seni di Purworejo. Titik juga dimaknai sebagai seseorang yang merantau untuk mencari pengalaman dan pengetahuan pada akhirnya akan kembali ke titik akhir kampung halaman.

Kalau masyarakat mengartikan titik sebagai berhenti dan kematian, maka menurut kami menandakan kelahiran kembali. Pameran kami siapkan sejak sebulan lalu dan karena tidak ada sponsor maka pameran ini dibiayai dengan dengan patungan. Kami berharap pameran ini mampu memantik seniman-seniman muda yang lain untuk meyelenggarakan pameran yang lebih meriah,” katanya.


Disamping dihadiri  ratusan pengunjung. Hadir pula Ketua Dewan Kesenian, Kabiddinparbud, juga beberapa seniman lintas genre.
"  Perlu ada komunikasi dengan beberapa pihak terutama kepada seseorang yang memiliki kapital besar, supaya karya mereka dapat dihargai sesuai dengan nilai seninya,” harapnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinparbud, Agung Pranoto menambahkan, karya seniman muda ini perlu diapresiasi dan didukung supaya kedepan dapat berkembang dan menjadi seniman kebanggaan Purworejo. Pihaknya berjanji akan selalu mendukung segala bentuk kegiatan demi kemajuan kebudayaan Purworejo. Ungkap Agung.
Dari pantauan KoranPurworejo.Com, tumbuhnya gagasan pameran secara mandiri, tanpa sponsor setidaknya merupakan tekat yang baik. Bagian dari jawaban, bahwa berkesenian itu tidak harus menunggu proyek dari pemerintah. Namun sebaliknya Dinas yang menaungi hal tersebut, mestinya tidak boleh tinggal diam. Ada kewenangan meresponsnya.  ( Mng)

Tidak ada komentar