Breaking News

Diduga Berkait Pilkades, Gara - Gara Status WA, Terancam Diberhentikan Dari Perangkat Desa,




PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM ) –  Pasca Pilkades serentak yang digelar  Kamis (31/1) meninggalkan beberapa perbincangan.  Baik di forum tidak resmi, di kedai kedai, di arena publik.Bahkan acapkali juga terjadi di Media sosial / Phonsel. 

Nasib sial dialami Surono (49), Kaur Perencanaan Desa Tulusrejo, Kecamatan Grabag, Purworejo. Dirinya terpaksa dilaporkan dan berurusan dengan pihak kepolisian. Gara-gara menulis status di WA Ponselnya.
Kepada Media  Kamis  (7/2 ) Surono bahkan  mengaku terancam akan  diberhentikan dari jabatannya sebagai perangkat desa Tulusrejo.
Dari pengakuan Surono kepada sejumlah awak media, jadi menimbulkan tanda tanya besar terhadap kasus yang dialami Surono.

Lebih lanjut Surono menjelaskan. Dugaan awal  semua berawal dari pelaksanaan Pilkades di Desa Tulusrejo pada Kamis (31/1) lalu. Dalam Pilkades tersebut, tampil calon incumbent Abdul Rokhim, yang maju bersama istrinya, Siti Maesyaroh. Abdul Rokhim menang dengan memperoleh 453 suara, dari 694 kartu suara yang dicoblos.

“Usai coblosan, setiap warga diberi uang saku Rp 20 ribu per orang,” terang Surono, Kamis (7/2/2019).

Peristiwa tersebut, dijadikan status pribadi WA Surono di Ponselnya. Dengan kalimat ‘ Hati nurani warga desaku telah terjual dengan selembar uang Rp 20.000. Heeem murah yaa’.

Karena statusnya itu, Surono dilaporkan ke polisi pada Jum’at (2/2/2019). Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya diperoleh kesimpulan dari pihak kepolisian. Bahwa status pribadi Surono tidak dapat ditarik ke ranah hukum. Karena Surono tidak pernah menyebut subjek nama orang maupun desa yang dituju. Dirinya hanya mengungkapkan isi hatinya. Sebagaimana  'Ngudarasa'.

Namun masalah terus berlanjut. Pada Senin (4/2/2019), ada demo pemuda yang minta supaya Surono diberhentikan.

“Apa yang saya tulis, merupakan status pribadi dan tidak melanggar UU ITE,” ungkap Surono, yang menolak mengundurkan diri.


Namun secara mengejutkan, Pj Kades Tulusrejo, Mujiana pada Senin (4/2/2019) telah membuat surat pernyataan akan mengambil tindakan kepada Surono, dengan menerbitkan: surat teguran tertulis, surat pemberhentian sementara, surat pemberhentian tetap, sesuai dengan tahapan yang diatur dalam perda, dengan diketahui Camat Grabag, Ahmat Jainudin.

Surono merasa gelisah, karena dirinya terancam diberhentikan. Dirinya merasa heran, hanya karena status WA nya itu, dirinya dengan gampangnya terancam diberhentikan.

Dirinya sudah menjadi perangkat desa hampir 20 tahun lamanya (16 tahun jadi Kadus, 3 tahun jadi Kaur Perencanaan), akan diberhentikan begitu saja.

“Sesuai aturan, seorang Kades/Pj Kades sebelum memberhentikan salah seorang perangkat di desa, mestinya harus minta pertimbangan dari Badan Permusyawatan Desa. Namun hal itu tidak ditempuh oleh PJ Kades.

Presedent buruk pasca Pilkades serentak ini, disinyalir Camat Grabag  Amad Jaenudin mengetahui kasus yang dialami Surono. Bilamana Camat Grabag tidak jernih dalam menangani kasus Surono, di wilayahnya. Maka disinyalir bakal berbuntut panjang.
Sampai berita ini ditulis Camat Grabag belum bisa dimintai keterangan.  ( MN).

1 komentar:

  1. Lho itu status kalau sifat nya pribadi yang kesinggung siapa,trus itu nyata terjadi gk,klau nyata yo ben aja kok

    BalasHapus