Breaking News

BPBD Serap Pendapat Publik, Kaum Difabel Perlu Perhatian Khusus.

Wakil kaum difabel Purworejo Usul di Forum.

PURWOREJO (KORANPURWOREJO)-- Setelah selama  satu pekan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, mengadakan penyuluhan bagi 480 kader / relawan bencana, di 6 Kecamatan Purworejo. Dan berakhir di Kecamatan Pituruh Slasa ( 19/2) kemarin.

 Hari ini Rabu (20/2)  BPBD menyelenggarakan jaring pendapat melalui acara Forum Perangkat Daerah, BPBD mengundang  74 unsur dari organisasi pemerintah daerah dan lembaga masyarakat yang ada di Purworejo.  Acara di pimpimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Drs, Sutrisno,Msi.

 Dalam  sambutan sekaligus pengarahannya, dikatakan oleh Drs. Sutrisno, Msi, Acara tersebut dimaksudkan untuk menyusun program rencana kerja  BPBD ( Pemerintah daerah Kabupaten Purworejo  tahun2020 ).

Setelah menjelaskan betapa besar fungsi dan peran BPBD ditengah kehidupan masyarakat. Juga keterlibatan para elemen lain yang mendukung BPBD, Drs, Sutrisno,Msi mengucapkan terimakasih, seraya mengatakan, 
" Kami mengundang perwakilan dari perangkat daerah, serta  para Tokoh masyarakat, juga lembaga terkait, tidak lain  untuk menyerap masukan.  Gunanya untuk
 menentukan skala prioritas rencana kerja BPBD tahun 2020 " pinta Sutrisno.

Dari pantauan KoranPurworejo, Forum dengar pendapat tersebut dihadiri 70 undangan dari perwakil daerah serta unsur masyarakat. Muncul berbagai masukan . Diantaranya , Masukan dari Danramil Ngombol sekaligus Pasi Op Kodim 0708 Kapten Bambang Wahyudi,

Agar ditingkatkan sarana prasarana penanggulangan bencana dan jaringan komunikasi antar wilayah dengan pengadaan AlKom (HT) di kecamatan, koramil/polsek.
Menurut Kapten Bambang Wahyudi, hal itu penting sekali untuk mempercepat koordinasi.

Selain Masukan Kapten Bambang, juga ada masukan dari masyarakat Forum Pengurangan Resiko Bencana Krendetan.
Bahwa konservasi penting bekerja sama dengan OPD yang menangani, dan berbasis masyarakat, sudah dimulai dengan terselenggaranya festival bogowonto dll.
 Serta menggiatkamn dengan stimulan pada komunitas-komunitas  berbasis masyarakat untuk memelihara daerah aliran sungai (DAS).

Ada yang unik , yaitu Masukan  Simfoni perwakilan Difabel,  bahwa   prioritas bagi kaum difabel di lokasi bencana perlu diakomodir secara khusus.  Baik kebutuhan dasar maupun keselamatannya , juga diharap ada pelibatan secara khusus untuk kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaannya, sebelum terjadi bencana.

Menurut R.Imam Tjiptadi ,Spd MM ( Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Purworejo ). Masukan masukan dari Forum tersebut sangat masuk akal. 
"Masukan tersebut, adalah suara masyarakat. Termasuk masukan dari wakil kaum difabel, adalah bagian fakta di lapangan kehidupan nyata. Insyaalah BPBD akan mengakumudirnya. Tandas Imam Tjiptadi. ( M.Tirta).

Tidak ada komentar