Breaking News

SMK Kesehatan Bhakti Putra Bangsa , Gelar Bunkasai, Dinilai Bukan Sekolah Biasa.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM) -- ACARA Bunkasai  kompetisi  pidato berbahasa Jepang , kuis berbahasa jepang, desain poster, kaligrafi, baca puisi Jepang,   Minggu ( 6/1/2018 ) digelar di SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo. 
Acara kompetisi  tahunan bagi pelajar SMA / SMK  sederajat yang berjenjang hingga di tingkat nasional tersebut, mengambil tema Perdamaian Dunia.

Acara bekerjasama dengan kedutaan Jepang dan bernuansa budaya Jepang tersebut  digelar untuk Wilayah Jateng dan DIY. Diminati dan menyedot  banyak pelajar yang datang. Karena digelar Free bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya Jepang. Apalagi pada forum tersebut juga digelar performance seni Jepang.

Sebagaimana dikatakan Kepala SMK Kesehatan  R.Rahman Sudrajat, SS. Kompetisi bejenjang tersebut digelar sudah  yang ke - 18. Dengan cara penyelenggaraan bergilir bagi sekolah yang representatif serta mengajarkan materi pelajaran Bahasa Jepang.

Para duta yang dikirim dari Jepang
Ke SMK Bhakti Putra Bangsa
Untuk menfukung Gelar Bunkasai.

Termasuk di SMK Kesehatan BPB, kurikulum akademiknya memasukkan Bahasa Jepang sebagai materi pelajaran. Pertimbangannya Negeri  Jepang sangat memungkinkan untuk masa depan bagi lulusan siswanya. Terbukti ada beberapa siswanya yang dapat beasiswa kuliah di Jepang, dan bekerja di sana, ungkap Rahman Sudrajat.

"QSemua murid SMK Kesehatan, mendapat pelajaran bahasa Jepang. Pada hari tertentu, oleh Gurunya Bedjo Suhartanto, Spt,  diwajibkan  harus menggunakan bahasa jepang dengan guru maupun temannya. Hasilnya luar biasa. Kami beruntung punya guru yang fasih dan pernah tinggal di Jepang "  imbuhnya.

Ketua panitia penyelenggaraan Bunkasai ke -18, Bedjo Suhartanto, Spt mengatakan, penyelenggaraan ini,  bisa diibaratkan sebagai hadiah bagi SMK BPB. Pasalnya  menempuh persyaratan seleksi yang rumit dan harus berkompetisi dengan sekolah maju di dua Propinsi Jateng dan DIY yang memberi pelajaran bahasa Jepang.

Anak anak muda diajari membuat
Seni melipat kertas menjadi bentuk
hewan, ala seni Jepang.

Masih menurut Bedjo Suhartanto, Spt, Bunkasai di SMK BPB ini, diikuti 81 peserta dari sekolah sekolah ternama seperti SMA 1 Jogjakarta, SMA Steladuse Jogjakarta, SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Cilacap, SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA 1 Purwokerto, SMA 1 Semarang, serta SMAN 5 SMA 7 Purworejo, dan SMK Nurulsalaf dan SMK Penabur.

Selain lomba pidato berbahasa Jepang juga digelar  kuis cerdas cermat berbahasa Jepang, lomba animasi vidio berbahasa Jepang, baca puisi Jepang, serta  kegiatan lain. Seperti membuat kaligrafi Style Jepang, pengenalan dan cara mengenakan pakaian jepang, dan pentas seni ala budaya Jepang. Sementara dari seni Indonesia, menampilksn Ndolalak.

Para pengunjung / pelajar diajari
membuat kaligrafi ala Jepang
Bedjo Suhartanto menambahkan, "Semua yurinya sengaja langsung didatangkan dari Jepang, yang bekerjasama dengan Kedutaan Jepang di Jakarta. Maka puluhan warga Jepang pun turut terlibat hadir  dalam penyelenggaraan tersebut. Melayani para tamu anak anak muda yang sengaja di didesain sebagai acara Free.
Karena di Purworejo ada banyak penggemar , dan Group animasi Naturo dan Solarmen. Maka acara Bonkasai juga diserbu pendatang pelajar SMP. Ada yang diantar orang tuanya. Bahkan datang dari luar kota" tandasnya.

Bedjo memandang Jepang sebagai negara yang menawarkan banyak peluang kerja bagi murid muridnya.
Apalagi dalam program Mombukagakusho dari kedutaan Jepang telah menjalin MOU dengan SMK BPB. Keenam alumni siswanya masing masing Risa Ardianti,Firna Elisiana, Monika Shinta Dewi, Afifsh Widyastuti, Putri Wastika, Rachmatia Candra Dewi, mendapat beasiswa  di Jepang.

Ratusan pengunjung diajari mengenakan
 pakain khas Jepang. Kemudian dengan riang
untuk selfi.
Dalam kompetisi Bunkasai ini, juga bagian cara untuk menjaring mereka yang bakal menerima beasiswa study ke Jepang.

Mereka yang lolos, sangat mungkin nantinya  bakal menerima kemudahan beasiswa. Seperti mendapat tiket PP Indonesia Jepang, mendapat tunjangan 117 Yen sekirar Rp 14 juta / bulan. Pokoknya jika menerima beasiswa di Jepang semua serba ditanggung kedutaan Jepang, imbuh Bedjo Suhartanto yang pernah tinggal di Jepang.

Saat disinggung, apakah program tersebut akan terus berkesinambungan? Bedjo Suhartanto menandaskan. "Sangat mungkin. Oleh karenanya pihaknya terus mempersiakan murid muridnya untuk selalu berprestasi. Supaya selalu siap jika kapanpun dibutuhkan.

Dra. DIAH, datang dari Salatiga, ingin membaca peluang kerja ke Jepang, bagi anak didiknya juga anak kandungnya.

Sementara respon dari para pengunjung, seperti dikatakan Tika dari SMA Banjarnegara, sangat  mendorong keinginannya untuk terus tahu mengerti budaya Jepang. " Pasalnya saya dari kecil senang nonton serial film  Naruto.  Apalagi ini ada beasiswanya, jadi pingin ke Jepang. 

Sedang  Dra, Diah Nurul Martiana,  Guru MAN 1 Salatiga, sengaja datang membawa 8 muridnya untuk ikut kompetisi Bunkasai. Ia juga mengaku membawa 2 anaknya yang senang dengan bahasa Jepang. 
Diah menganggap Event Bunkasai  sangat penting untuk masa depan anak anak indonesia, khususnya untuk lapangan kerja di negeri Jepang.
Terlebih dari itu, Diah juga menganggap SMK Bhakti Putra Bangsa Purworejo, sebagai sekolah yang maju. " Saya melihat situasi dan keadaannya, 
SMK Kesehatan ini Bukan Sekolah Biasa. Situasinya seperti kampus perguruan tinggi, mengingatkan saya ketika kuliah di UGM",Tandas Diah. ( Mn Tirta).

Tidak ada komentar