Breaking News

Rutan Purworejo, Ciptakan Tenaga Kerja Dari Warga Binaan.



PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM) – SIAPAPUN Pasti akan berfikir duakali manakala masuk di Rumah Tahanan untuk bertemu dengan para Napi. Wartawan KoranPurworejo, MN Tirta Jumat (4/1/2019 ) berhasil menemui Kalapas Purworejo Lukman Agung Widodo, Skom, MH yang didampingi Kahumas Lapas Wisnu Priyo Budiutomo.
Di era keterbukaan ini, Pucuk pimpinan Lapas Purworejo, menyambut Wartawan KoranPurworejo.Com dengan ramah, ada kesan keterbukaan dalam hal  informasi  hak dan kehidupan di Lapas. Tekadnya seperti ditegaskan oleh Kalapas, di Lapas Purworejo tidak ada warga binaan yang pegang Hand phone. Saya tidak akan kompromi dengan siapapun. Pasti saya tindak tegas!


Sebagaimana dijelaskan oleh Kalapas Lukman Agung Widodo.
 " Selama tahun 2018, kinerja Rutan Purworejo mengalami peningkatan. Indikator ini, bisa dilihat dari kepuasan pelayanan terhadap masyarakat yang mau besuk (masyarakat luar)  atau pelayanan di dalam rutan. Terserapnya anggaran hingga 99,94 persen, serta meningkatnya produktivitas napi yang bekerja, yang saat ini jumlahnya 30 orang. Dibandingkan tahun lalu, 20 orang, ada peningkatan 10 orang.
Setidaknya dalam data internal selama 4 bulan para warga binaan yang sudah bebas langsung bekerja di beberapa lembaga swasta, ada yang langsung punya usaha sendiri.

Untuk menciptakan tenaga terampil. Pihak Rutan mendatangkan tenaga ahli dari Balai Latihan Kerja Depnaker, serta tenaga ahli pembuatan springbed,Tas  keranjang, dari Solo. Para Napi dan tahanan di Rutan Purworejo,  mendapat pelatihan ketrampilan,  membuat springbed, keranjang, juga handycraf, yang jumlahnya saat ini mencapai 121 orang. Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 78 orang.
Hasilnya sekarang banyak pesanan yang masuk, dan ditangani oleh napi yang sudah bekerja tadi.

Miniatur Bedug,Kap Lampu dan Kranjang plastik, banyak mendapat pesanan tengkulak.

Tidak hanya dilatih ketrampilan untuk menciptakan tenaga kerja baru. Para napi, terkait pembinaan kepribadian, maka  semua menjalani kegiatan keagamaan setiap hari, seperti sholat berjamaah, pengajian, mengaji, maupun baca, tulis, dan hafalan Al Qur’an. Kegiatan keagamaan ini juga diberikan pada WBP non muslim. Yang tadinya tidak membaca alkitab, sekarang Napi jadi rajin sholat dan membaca Alkitab dengan kesadaran sendiri, tandas  Lukman.

Saat ini, menurut Lukman, jumlah penghuni Rutan Purworejo mencapai 121 orang, dengan perincian, Napi 80 orang, dan tahanan 41 orang. Dari sejumlah 121 Rutan Purworejo tidak over kapasitas, malahan masih ada sisa tempat tidur.

Masih menurut Kalapas Lukman, Para  warga binaan Lapas,  juga mendapatkan hak-hak mereka. Setiap sebulan sekali, mereka mendapatkan penyuluhan hukum dari LBH Sakti dan LBH Adil. 
Tidak hanya itu, Menu makan bagi napi dan tahanan pun di tempel di dinding samping pintu Sel Napi. Menu Gizinya sangat bergizi sesuai ketentuan.

Tampak sekali gaya kepemimpinan Lapas Purworejo ini, sangat menjunjung keterbukaan informasi. Setidaknya diakui Agus Napi Narkoba.
" Beda jauh sekali, sekarang warga binaan malah bisa jadi gemuk gemuk. Situasinya menjadi tentram, tidak Geng gengan.

Warga binaan mendapat pencerahan
Bimbingan pemahaman hukum
Untuk membangun kesadaran ketaatan hukum.

Dipimpin Pak Lukman, seperti dibenarkan oleh Haris (37). Warga Bener, yang terjerat kasus Fidusia ini, divonis 1 tahun 2 bulan subsider. Menurutnya,  ada peningkatan pelayanan bagi warga binaan, baik menu makannya maupun hal lain., Setiap hari, kegiatan di rutan dipenuhi dengan kegiatan kerohanian/ keagamaan, dari pagi hingga sore.

“Pemberian jatah makan jadi lebih baik, dengan berganti menu setiap hari. Kita semua juga mendapatkan pelayanan makan bergizi,  terang Haris. 

Ada program yang lebih unik, yang diciptakan Lapas Purworejo. Yaitu kini tengah mulai di jalankan adanya Kampung Asimilasi di Desa Lugosobo. Diatas tanah 1,4 Hektar tersebut, sudah mulai dikerjakan oleh para warga binaaan yang sudah menjalani lebih dari separoh waktunya. 
Mereka beramai ramai membuat Kolam ikan, Petak pemancingan,  pertanian budidaya  kangkung. Karena  sudah ada beberapa Restoran Lokal yang memesan.  Selain kegiatan tersebut,  bahkan  juga dibuka bengkel mobil yang ditangani para warga binaan.

Kepada wartawan Kalapas menjelaskan. " Saya ingin para warga binaan meskipun menjalani hukuman, tapi dia juga mendapatkan penghasilan. Jadi tidak merepotkan, meminta minta orang rumah. Karena nanti hasilnya juga kembali untuk para warga binaan yang menggarap ", tandasnya. 

Kalapas Lukman juga menjelaskan, ketaatan hukum, dan kepatuhan hukum di Purworejo, dinilai cukup baik. Bahkan dinilai bagus. Pasalnya jumlah napi di Rutan hanya 121, itupun bukan warga Purworejo semua. Jika dibanding dengan jumlah penduduk yang hampir 700.000 penduduk. Maka kepatuhan hukum warga Purworejo bisa dinilai tinggi. Imbuh Kalapas.  (MN Tirta).

Tidak ada komentar