Breaking News

Membawa Popongan Jadi Desa Pelopor Transparansi, Maju Pilkades Lagi , Tak Ada Yang Menandingi, Maju Suami Istri.





BANYU URIP ( KORANPURWOREJO.COM) ---  Desa Popongan Kecamatan Banyu Urip, dikenal sebagai desa pelopor dalam Transparasi. Desa tersebut selalu di papan atas untuk hal transparasi. Kepemimpinan Kades Miftachuzzaman, yang telah habis masa jabatannya.  Kini  maju mencalonkan diri lagi untuk pemilihan  Kades Periode 2019.

Saat ditemui di rumahnya Kamis ( 24/1)  Miftah yang juga seorang Kyai, merendahkan diri. Bahwa dirinya mengaku tidak pernah punya gebragan yang menonjol. Namun pihaknya mengedepankan Transparansi serta pemerataan pembangunan bagi setiap pedukuhan, serta  memberikan pelayanan utama bagi warganya.
Dan yang lebih utama, apa petunjuk pemerintah saya laksanakan cepat  dan Benar. Kunci itulah yang menjadikan Popongan jadi desa yang menduduki papan atas di Kecamatan Banyu Urip ' tandas Miftah.

" Karena kepemimpinan yan transparan, kerja cepat dan benar itulah Miftah yang maju jadi peserta Pilkades, jadi tidak ada yang brani menandingi, kata Bejo Suyanto, warga setempat.

"Dulu setelah Pak 
Miftah menjabad, langsung balai drsa terus dibangun renovasi. Perihal pembangunan merata disetiap pedukuhan",  tandas Bejo.

Sementara Sumarman yang kini menjabad Kadus IV, mengatakan, Pak Miftah selain bangun fisik lebih maju.  Juga sudah memulai untuk usaha pengembangan ekonomi kerakyatan.

Kedepannya selain bangunan fisik, Popongan juga akan jadi centra ekonomi rakyat. UMKM bakal jadi sasaran prioritas utama untuk dikembangkan oleh Pak Mifrah. 

Saya tahu rencana tersebut. Karena desain kedepan Popongan akan dibikin lebih maju lagi. Akan diadakan pelatihan untuk membuat centra makanan kering. Program pelatihan segera akan digelar untuk warga, imbuh Marman.

"Karena sudah membuat Desa Popongan jadi maju itulah, Pak  Miftah tak ada yang brani menandingi. Apalagi warga dalam jumlah 1200 an pemilih sebagian besar mendukungnya. Akhirnya sampai pendaftaran dibuka, tak ada jago yang mau menandingi. Akhirnya Pak Miftah hanya maju dengan Istrinya Bu Siti Sofiah  " tambah Marman.

Kepada wartawan KoranPurworejo, Miftah mengaku, dirinya tidak ambisius. Bahkan untuk maju lagi untuk periode ke dua inipun ya karena kehendak warga.

" Saya hidup itu selalu tidak muluk muluk. Tapi dalam hati, selalu ingin melakukan yang terbaik bagi desa dan warga. 
Kedepan saya ingin membuat desa Popongan lebih kearah ekonomi kreatif. Pemberdayaan ekonomi akan saya optimalkan'.  ungkapnya. 

Selain itu juga akan memajukan wisata religius. Karena di popongan ada  makam Syeh Hasyim  yang sudah banyak dikunjungi dari luar daerah.
Melalui KoranPurworejo Miftah titip salam untuk warga Popongan, serta  mohon doa restu dan mengajak untuk tetap nyawiji membangun Popongan untuk lebih maju. (Nang).

Tidak ada komentar