Breaking News

Ngaku TNI, Peras Pacar, Dengan Sebar Foto Porno, Dijerat UU ITE




PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )— DALAM Pers Komfren di Mapolres Purworejo, Rabu (23/1), diperoleh keterangan. Kisah yang bermula , kenal melalui facebook, bulan Januari 2014 silam dan menjalin hubungan, pacaran. Tersangka Sabastian Fikri mengaku kepada korban sebagai anggota TNI.

Korbannya yaitu seorang perempuan berinisial EW (24), warga  Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui kasat RESKRIM Polres Purworejo AKP R. Haryo Seto Liestyawan,SH, Mkrim menjelaskan bahwa, perkenalan korban dengan tersangka bermula dari media sosial facebook. 

Korban yang kemudian curiga  bahwa kekasihnya selama ini bukan aparat, akhirnya menanyakan langsung kepada Sabastian dan dijawab bahwa memang dirinya bukan anggota TNI.

Gadis yang bekerja sebagai pendamping PKH ini kemudian meminta putus, namun tersangka tidak mau. Atas bujukan tersangka yang mengaku bekerja di usaha mebelair ini, sekitar 3 tahun lalu, EW bersedia bertemu di Solo dan menginap di Hotel Jayakarta, dekat Stasiun Solo Balapan.
“Korban terpaksa membuka aibnya dengan melaporkan Sabastian Fiqri Ady ke Satreskrim Polres Purworejo karena diperas pada tanggal 6 Januari 2019 lalu,” kata AKP R. Haryo Seto Liestyawan,SH, Mkrim.

Sabastian sering meminta video call kepada korban dengan pose setengah telanjang. Sabastian mengancam, jika korban tak mau menuruti keinginan tersangka, foto tersebut akan disebarluaskan oleh tersangka. EW beberapa kali mengirim uang, hingga total yang dikirim sebesar Rp. 5.735.000, terang Kapolres. 
Selanjutnya mulai Bulan Januari 2018 korban menolak kemauan tersangka untuk melakukan Vidcall dengan membuka baju setengah telanjang. 
Tersangka yang marah karena kemauannya tak dituruti, kemudian memposting foto-foto korban di akun Instagram miliknya dan  menyebarkannya ke HP milik teman-teman korban. Atas kejadian itu EW menderita kerugian berupa tekanan batin dan mental atas tersebarnya foto-foto setengah telanjang di medsos serta kerugian materiil sesuai dengan jumlah uang yang telah ditransfer.

Sabastian dijerat dengan Pasal 45 ayat (1), (3) UURI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI No. 11 tahun 2008 tentang ITE, Selain menahan tersangka, penyidik juga menyita barang bukti berupa 1 buah HP merk Realme warna hitam, lima lembar foto screenshoot dari tiga akun Instagram, 7 lembar bukti transfer dan beberapa bukti pendukung lainnya. (Mas/ Mar/Admin)

Tidak ada komentar