Breaking News

MONUMENT DIROMBAK, Pembuat Patung Teteskan Air Mata.

Monument Tentara Pelajar
Saat masih utuh belum dibongkar
Kini sudah diganti Air Mancur.

PURWOREJO
(KORANPURWOREJO.COM) -- MEMASUKI Kota  Purworejo, anda jangan kaget. Ada percepatan yang kini sudah banyak mengalami perubahan. Apalagi semenjak di gulirkannya Program  Romanza Purworejo 2020 oleh Bupati Agus Bastian, SE, MM. Wajah kota Purworejo menjadi banyak yang berubah , dalam kurun waktu satu tahun ini. Wajah kota seperti bersolek terus menerus, ada yang menjadi indah.
Namun ada pula  yang menjadikan terkurangi dari kebiasaannya.

Patung Monument Tentara Pelajar yang bertengger 40 tahun, dibangun di era Tahun 70 an akhir. Pada masa pemerintahan Bupati Soepanto dan Ketua DPRD Letkol Soeparman.
Sungguh menjadi simbol harga diri bagi warga Purworejo. Tapi kini jadi tidak tampak lagi, sengaja dihilangkan ( dalam bahasa  pemerintah direfitalisasi ), namun sayangnya hanya diganti dengan air mancur yang biasa biasa saja.
Puji Laksono, disemangati sesama seniman.

Monoment Tentara Pelajar (TP) dalam sejarahnya, dibangun untuk menandai, sekaligus menghormati para pejuang Exs Anggota Tentara Pelajar Datasemen III Brigade XII, yang gugur saat pertempuran melawan belanda pada agresi Ke 2 tahun 1947 -49, yang dipmpin Wijono dan Imam Pratigyo. 
Bahkan dikatakan Sejarahwan lokal Istiharto ,BA (78) , dalam sejarahnya TP sangat berani melakukan serangan ke Asrama Belanda. Seperti serangan di markas belanda di Pituruh, yang dilakukan  sekitar pukul 04.00 pagi, hingga menewaskan 7 orang belanda, kala itu.

Bahkan pertempuran serentak  juga terjadi di Purwodadi, Kenteng, Grantung dan wareng. Yang menjadikan beberapa TP Gugur di Desa Wareng. Sepanjang pertempuran dari tahun 1947 - 19449 ,Tentara pelajar yang gugur ada 21 orang. 6 orang dimakamkan di desa Wareng,  Yang kini dijadikan Makam Pahlawan Tentara Pelajar.

Layaklah jika akhirnya, mendiang Bupati Supanto dan Ketua DPRD Letkol Suparman, mengapresiasi lalu membangun Monoment Tentara Pelajar. Yang kini, oleh Bupati Agus Bastian di rombak diganti taman Air mancur.

Puji Laksono dan Sastrawan Sumanang Tirta,menuliskan pembicaraannya
ketika lawan bicaranya tidak
mengerti maksudnya.

Puji Laksono (59) Si pembuat patung Monoment Tentara Pelajar, Rabu lalu menemui Wartawan KoranPurworejo, sambil berbicara ia meneteskan air mata  (menangis). Pematung penderita tuna wicara itu, mengekspresikan kesedihannya. Sambil berkata " Payah. Monument pahlawan dibongkar. Tidak menghargai sejarah . Payah .. ! Ungkapnya.
Lalu Puji pun berkata lagi sambil memperlihatkan wajah sedihnya. " Biarlah ..Biar ..aku gak papa. sambil merentangkan tangannya. " Patungnya dimana ? Para awak media, menjawab " Tidak tahu.."
Seniman Pematung tuna wicara yang  kini tinggal di  Jln. Kav Sedasi Blok A1/09 Desa Pepe - Kecamata Sedasi - Sidoarjo Jatim itu, tampak  kecewa berat raut wajahnya. Saat pulang ke kampung halamannya Purworejo.

Sementara Sastrawan Jawa Atas Danusubrata (63 th), saat dimintai pendapatnya, mengatakan. " Sangat menyayangkan atas dibongkarnya Monoment Tentara pelajar tersebut. Apalagi pada tanggal  10 November 2018 lalu, Bupati mencanangkan Purworejo sebagai Kota perjuangan" Ungkapnya.

Banyak yang menyayangkan, ketika Monument Tentara Pelajar diganti dengan air mancur. Pasalnya pergantian tersebut justru dinilai tidak menjadi lebih indah.
Sampai berita ini ditulis, belum didapat keterangan, patung patung Tentara Pelajar  tersebut kini berada dimana. ( SMN)

Tidak ada komentar