Breaking News

Tanggapi Keluhan PKL, Wakil Ketua DPRD, Yophi Prabowo Blusukan Ke Terminal Kongsi.




PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM).-- Isyu peralihan / penggusuran bagi para pedagang terminal Kongsi, sudah cukup lama terdengar publik. 

Tanggapi keluhan para pedagang Terminal Kongsi  Senin (17/12) Wakil Ketua DPRD langsung blusukan di Kongsi.

Kedatangan Yophi disambut para pedagang,  mengadu berbagai hal yang dialami para PKL. Juru bicara Udin ( 65 th ) yang didampingi beberapa pengurus paguyuban PKL, bahkan menangis di hadapan Yophi Prabowo.

Dalam keterangannya Udin yang mewakili para pedagang, mengatakan Pihaknya kini sudah dianggap pedagang liar. Pasalnya sejak  dulu kami ditarik retribusi, kini semenjak ada penataan Terminal, kami tidak lagi ditarik,  dan kami  disurati Kadinas Deperindag seolah akan dicampakkan begitu saja.

Ditambahkan oleh Udin,  para pedagang Terminal Pasar Kongsi,  pada tanggal 2 Januari 2019 harus angkat kaki , pindah ke Pasar Suronegaran.

Pihaknya mengaku, beberapa kali kami diberi surat untuk segera pindah oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan ( DINKUMP ). Bahkan sudah diultimatum tanggal 2 Januari 2019 harus hengkang.

Udin pun menandaskan, pihaknya sudah berkali kali  melayangkan surat kepada Ketua  DPRD untuk melakukan audiensi. Tapi tidak pernah ada tanggapan atau  jawaban. Udin menilai Ketua DPRD seperti tutup mata.

"Di Purworejo, juga banyak anggota DPR tapi mereka pura pura tidak tahu, bahkan tidak ada respons ", ungkap Udin.

"Dan kami semua tidak pernah diajak duduk bersama oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan maupun DinHub untuk permasalahan perpindahan kami. Karena di Pasar Kongsi ini Pedagangnya di bagi dua yaitu pedagang yang menempati Kios dan PKL, namun yang hanya diajak bicara hanya penghuni Kios saja", Tambah Udin.

" Pak Yophy Prabowo mau datang kemari, saya ucapkan sangat terima kasih sekali dan kami haturkan semua uneg – uneg rekan – rekan PKL Kongsi ini.
Lebih lanjut Udin menyampaikan bahwa menurut pemikirannya ada dua perencanaan yang dilakukan pemda Purworejo hingga para PKL ini harus disuruh pergi.

Dikatakan oleh Udin, yang kami tempati dipinggiran untuk jualan itupun bukan tanah pemda tanah perorangan,  milik Nyo Cuan Be dan kami sudah melihat sertifikatnya di BPN. 

Kami pun sudah ijin dengan pemilik tanahnya melalui orang kepercayaannya yakni Agus Candra pemilik toko Saerah, juga ada surat persetujuan kepada yang punya tanah. 

Kami pun semua disini juga dilindungi oleh Perda No 12 Tahun 2010, namun pihak pemda atau Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan serta Dishub tidak mau tahu, bahkan akan menindak melalui Satpol PPp, padahal Satpol PP adalah melaksanakan Perda, kalau sampai bertindak artinya Satpol PP melanggar perda dan kami semua akan lapor Polisi " ancamnya..

Dan nantinya para penghuni Kios dan PKL yang ditata dan sebagian yang masih berjualan, diwajibkan harus berjualan kuliner. 

Kami semua berencana pada Rabu akan mengadukan ke Ombusman, tegas Udin.  Keluhan para PKL melalui Udin ditampung oleh wakil Ketua DPRD Purworejo Yophy Prabowo dan  juga dikatakan oleh Yophi bahwa pemda tidak boleh membangun kalau bukan tanah milik pemda kecuali ada kesepakatan MOU dengan  pemilik tanah.

Menanggapi keluhan tersebut, Yophi  berjanji sore ini langsung akan temui Kepala Dishub Purworejo.  "Nanti Hari Kamis atau Jumat akan saya kabari teman – teman PKL" Ungkap Yophi Prabowo. ( MN Tirta).

Tidak ada komentar