Breaking News

Shinta Penderita Tumor Ganas, Tertolong Komonitas Sedekah Seribu & BPJS Operssi Gratis




PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM)-- SHINTA AMBARSARI ( 40)  seorang ibu rumah tangga warga kampung Ngrapah RT 4 RW 4 Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Berjuang panjang melaean  Tumor Lipoma yang  tumbuh di paha kaki kirinya sebesar kepala orang dewasa.

Wanita single perents ini kian terasa karena juga harus menghidupi anak semata wayang dan  ibundanya,  dalam keterbatasan ekonomi.

Setiap hari Shinta hanya menggantungkan rezekinya dengan mencari daun pisang di kebun tetangganya untuk dijual. Serta kerja serabutan di lingkungannya.

Kepada Media  di rumahnya, Shinta mengisahkan bahwa dirinya pernah bekerja. Hanya saja, tumor yang ada di pahanya itu semakin lama semakin membesar. Karena merasa malu dengan teman-teman dan orang yang ia temui, Shinta memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mengurung diri di rumah.

“Saya sempat malu dengan kondisi penyikit saya,” kata Shinta Sabtu (23/12).

Waktu terus berjalan dan penyakitnya semakit membesar. Shinta pun semakin bingung dengan penyakitnya itu. Mau berobat ke dokter takut biayanya mahal, kartu BPJS-nya pun tak berdaya digunakan karena selama 5 tahun tidak terbayar iurannya. Hingga beberapa pekan yang lalu, di bulan Desember 2018, Rumahnya didatangi oleh ibu RW-nya bernama Diana yang juga anggota Sedekah Seribu Sehari (S3).
Kondisi Shinta, setelah pasca operasi.

Saat itu, Diana datang dan meminta dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan begitu, dirinya bisa memperoleh pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dengan biaya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Saya jawab saya sudah punya BPJS, tapi tidak bisa digunakan karena 5 tahun tidak bayar iuran. Selama ini saya tidak punya uang untuk bayar iuran,” sebutnya.

Keluhan Shinta pun ditidaklanjuti oleh Diana bersama rekan-rekan di S3 untuk menutup tunggakan BPJS milik Shinta.

Setelah tunggakan dilunasi oleh S3 dan bisa digunakan lagi,  Shinta lalu segera mengunjungi pusat pelayanan masyarakat untuk mendapatkan rujukan ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo.

Betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa pada hari itu juga ia harus menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang ada di paha kirinya itu.
Ada kesedihan, tapi ada juga secercah harapan untuk hidup tanpa tumor, dan ingin sehat.

“Saya dioperasi hari Jumat tanggal 14 Desember kemarin, itupun setelah Teman dari S3 membayar semua tunggakan saya, ungkap Shinta.

Sekarang berobat ke Rumah Sakit tanpa harus merogoh kocek lagi, sebab mulai dari biaya administrasi, konsultasi dokter dan obat, sudah termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Kini, ia mengaku lega karena bisa menjalani operasi tanpa biaya sepeserpun.

“Sempat tidak percaya operasi bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, hanya dengan membawa KTP dan kartu BPJS. Ternyata tumor sebesar kepala orang dewasa itu berhasil dioperasi secara gratis.

Tentu ini sangat bermanfaat bagi saya, tidak ditarik biaya macam-macam. Lima Tahun Menderita Tumor Lapoma, BPJS Kesehatan Jadi Jawabannya,” ungkapnya.   (MN Tirta).

Tidak ada komentar