Breaking News

Purworejo Belum Ramah Difabel, IDP Minta Segera Di Implementasikan


PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM) - PERINGATI Hari Difabel Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) melakukan konvoi keliling kota Purworejo, SENIN (3/12) pagi. 

Konvoi bermaksud untuk menyosialisasikan turunnya Perda No 8 Tahun 2018 atau yang dikenal dengan Perda Disabilitas.

Usai acara konvoi, Simponi (55) ketua IDP kepada wartawan Koranpurworejo.com mengatakan, setelah disahkannya Perda Disabilitas oleh DPRD Kabupaten Purworejo, IDP menuntut agar Pemkab cepat mengimplementasikannya. 

“Dengan moment Hari Disabilitas Internasional ini, kami berharap agar pemerintah, khussunya Pemkab Purworejo  memberikan informasi kepada kami, terkait dengan kabar adanya Kartu Difabel dari Kementrian Sosial. Dengan kartu tersebut, apa yang bisa didapat terkait  jaminan hidup, kesejahteraan, kesehatan, pendidikan serta pekerjaan,” kata Simponi.


Pria warga Desa Pelutan Kecamatan Gebang ini mengaku, sejak IDP berdiri, belum pernah sekalipun diajak oleh Pemkab Purworejo untuk melaksanakan kegiatan. Untu fasum juga masih minim. Di Purowrejo, hanya kantor Bappeda yang sudah ramah difabel. Fasilitas lain, masih sangat tidak ramah difabel. “Saat pembangunan alun-alun Purworejo, sebenarnya kami diajak berembug, kami juga telah memberi masukan. Tapi saat jadi, sama sekali tidak ramah difabel, fasilitas untuk kaum difabel belum ada,” ungkap Simponi.

Dijelaskan, IDP kini telah memiliki cabang di 16 kecamatan. Berkat advokasi IDP, di 16 kecamatan tersebut kantor kecamatan dan puskesmasnya telah ramah difabel.

Menurut data dari Dinsos Kabupaten Purworejo, penyandang difabel ada sekitar 5000 lebih. Namun masih banyak yang masih belum mau ‘ke luar’ bersosialisasi dengan masyarakat. Kebanyakan mereka masih merasa minder dan malu. 

Selain melakukan konvoi, IDP juga akan menggelar workshop dengan Pemkab yang akan dilaksanakan siang ini. (MAS Mn)

Tidak ada komentar