Breaking News

Event Sawunggalih Art Festival Bakal Jadi Simbol Hargadiri Purworejo.



PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM) BAKAL  digelar persembahan perdana dari Koreografer Nungki Nur Cahyani untuk kampung halamannya. Malam istimewa dalam helatan bertajuk Sawunggalih Artfest 2018: “ On The Track” ini, Nungki bersama kawan-kawan kerja Nungki Artwork ingin memberikan satu pengalaman yang indah di Stasiun Purworejo ( 8 -9 Nop 2018).

Upaya yang dilakukan Net Worker muda Ilhan Erda, yang tak kenal lelah ini, oleh Sastrawan Sumanang Tirtasujana. Dinilai sebagai sebuah Event kultural yang tidak sekedar bergengsi dan menyejarah. Tapi Event tersebut oleh Sumanang dianggap sebagai Simbol hargadiri bagi Purworejo. " Ilhan Erda dkk, adalah  anak muda yang ber -energi kreatif. Hebat. Saya suka dengan cara berfikirnya, juga kesantunannya, ungkap Sumanang.

Sementara Nungki kepada Wartawan KoranPurworejo.Com, menjelaskan
" Dengan tema “On The Track”, mimpi  kita semua dari tim kerja, penggagas ide, penampil ataupun pengunjung agar kembali bisa memahami dan mencari intisari hidup,  dalam 2 malam istimewa  nanti, Ucap Nungki pada KoranPurworejo.

Dengan” On The Track”, setiap warga nusantara bisa menjauhi dari sabda Plautus di tahun 945 Masehi, yakni: Homo homini lupus atau Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Karena dengan kebutuhan manusia untuk bertahan, atau melengkapi dari yang kurang ia harus bersosial, berinteraksi. Di sini timbul kompetisi, “politik hidup” yang kurang setimbang.

Sawunggalih Artfest 2018, bertajuk “On the Track” ini , juga akan di isi penampilan dari kawan-kawan seniman baik dari tari, musik & rupa yang datang dari Palu, Jogjakarta, Cirebon, Magelang, Surakarta dan luar negeri.

Mereka di antaranya Lena Guslina, Deden Tresnawan, Denny Dumbo, Maria B Apriyanti, Widya Ayu Kusumawardhani, Kemlaka, Galih Naga Seno, Festival Lima Gunung. Kemudian Jodo Kemil, IIng Sayuti, Selfina Cepy dan Danang Pamungkas.

 Sedang dari luar negeri ada Diego Leonardo Oliveira dari Brazil bersama kawan-kawannya seperti Linda dari Belanda, Zhah Rong dari China dll.Dari talent lokal Purworejo juga tak kalah seperti Melania Sinaring Putri, Congcully, Dolalak Budi Santosa, juga ada Hadroh Al Fatah.

Dengan Sawunggalih Artfest 2018 ( Safest 2018), “ On The Track” kita bisa kembali memaknai diri dan jangan lupa pada akar. Seperti pada judul festival, bagaimana transformasi dari Sang panglima perang Mangkunegaran, Tumenggung Sawunggalih Kartowiyogo dari awal sebagai petarung ulung lantas   menjadi ulama dan konsisten  dengan pilihan hidup nya sampai mangkat.

Festival ini diharapkan bisa menjadi “ driver”, penghantar menuju kebaikan, setia pada proses yang baik dan ingat sejarah. Sebagaimana juga dengan nama yang sama, moda transportasi KA. Sawunggalih Utama ( Kutoarjo-Pasar Senen). Jarak 450 Km, berusia hampir setengah abad semenjak 1977 pertama operasi. Tetap setia menjadi “melayani” penumpang, jutaan warga Kedu Selatan dan “tunai” dengan misi atau tujuan bepergian nya.

Safest 2018 semoga bisa menjadi juga standar baru dalam sebuah helatan event kebudayaan yang ada di Kabupaten Purworejo, di mana ada peluang sekaligus tantangan yakni bandara baru Jogjakarta & Kawasan Otorita Borobudur, dan juga menjadi kalender event tetap tahunan. Apalagi even ini di support selain oleh Pemkab Purworejo, Kongres Kebudayaan Indonesia, PT KAI, Kemendikbud juga para Diaspora Purworejo di Jabotabek, Jogjakarta dan seluruh Indonesia.

Nungki pun mengajak siapapun, yang empati terhadap  oeristiwa kebudayaan ini.  "  Selamat menikmati Sawunggalih Artfest 2018. “ On The Track, yang berlokasi di Stasiun Heritage Purworejo (1880 M) berlangsung dari tanggal  8-9 Desember pukul 19.00 WIB-22.30 WIB. Ambil “ saripati dan petualangan” dari penampil, atau kekaryaan seni kawan-kawan untuk meformat jiwa   raga kita semua kembali ke track semula ", Tandasnya. (  Mas Barep ).

Tidak ada komentar