Breaking News

DAWET HITAM , Dijiplak Ratusan Pedagang, Justru Kian Populer.



PURWOREJO ( KoranPurworejo.Com ) -- Belum lengkap rasanya, jika melintas di jalan utama Purworejo - Kebumen, belum mampir minum dawet ireng, tepat di Timur Jembatan Kali Butuh, Kecamatan Butuh.
Dawet ireng khas ala minuman rakyat ini, di buat dari sagu yang dicampur arang sekam padi.  Banyak orang luar kota yang datang jauh-jauh hanya untuk menyruput kesegaran es tersebut. Dawet hitam khas Purworejo tersebut pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada sekitar tahun 1950 an.

"Dulu pada awalnya kakek saya yang jualan, beliau sudah meninggal. Awalnya  hanya untuk para petani pas musim panen. Keliling ke sana sini dan sekarang minuman itu diwariskan ke kami," ujar Wagiman salah satu cucu Mbah Ahmad.

Wagiman yang  mengaku sebagai generasi ke 3 ini. Menjelaskan, pihaknya tidak membuka cabang. Namun  pihaknya kini cukup heran, karena dawet hitam legendaris tinggalan kakeknya, mengilhami banyak orang untuk menjiplak merebak jadi bakul dawet di sepanjang jalan.

Setelah mbah Ahmad meninggal,  kemudian diteruskan  anaknya  Nawon. Sampai  generasi ke tiga yakni Wagiman. Usaha dawet hitam atau dawet ireng yang dilanjutkan oleh Wagiman dan istrinya Hartati (32) kini semakin bertambah  populer.

Dalam proses pembuatannya, warna hitam pada dawet diambil dari pewarna alami dari jerami padi yang dibakar lalu abunya dihaluskan dan disaring. "Dawetnya berwarna hitam itu karena diberi oman atau jerami padi yang dibakar, bukan pewarna buatan. Kemudian racikannya dawet diberi santan, pemanis dari gula kelapa dan es," ungkap Wagiman.

Harga satu mangkok hanya Rp. 5000,'. Jika ingin semakin segar dan nikmat, kita bisa menambah Rp. 1000 dengan tambahan tape ketan.  Pembelinya pelajar, pegawai kantoran, pejabat hingga artis ibu kota. 

Lokasinya cukup strategis, dan sederhana. Ada tempat parkir mobil, yang diatur petugas parkir. Disediakan tempat duduk , sambil menikmati angin semilir, penjaja dimanjakan oleh suasana pedesaan, seraya menikmati dawet segar tersebut.

Meskipun telah dijiplak dan menginspirasi banyak pedagang baru di sepanjang jalan raya Kebumen - Purworejo, namun Wagiman mengaku tetap ramai pengunjungnya. Bahkan Wagiman merasa bangga jika dawet hitam menjadi kuliner khas warga Kecamatan Butuh. ( Barep ).

Tidak ada komentar