Breaking News

Kapten Inf Cermo Wijaya, Kembangkan Usaha Furniture Limbah Kayu. Dilirik Kementrian Koperasi dan UKM




PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )--- Kapten Inf Cermo Wijaya adalah Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) yang  berdinas di Yonif MR 412/BES/6/2 Kostrat Purworejo. Dibalik tugas sebagai TNI Cermo adalah motivator usaha kecil bagi masyarakat disekitarnya, salah satunya adalah usaha furniture dari limbah kayu bekas dengan kualitas tinggi.

Berawal dari kecintaannya terhadap alam sekitar, Kapten Inf Cermo melihat banyak sekali potensi limbah kayu yang sebenarnya mampu diubah menjadi sebuah barang yang bernilai nominal, daripada dibakar. Dengan menggandeng teman-teman yang dirasa memiliki potensi kreatifitas yang mumpuni namun belum terfasilitasi maupun tergarap dengan lebih baik, dari situlah Kapten Inf Cermo mulai memotivasi masyarakat.

“Awalnya hanya sekedar ngobrol-ngobrol, setelah mendapatkan kesamaan kecintaan atau presepsi, kita mulai bergerak bersama untuk mencari bahan maupun proses pembuatan hasil karya,” kata Kapten Inf Cermo, kepada Wartawsn Koran Purworejo  Jumat ( 2/11 ) di Area Expo.

Diungkapkanya bahwa, bahan baku sangat mudah diperoleh di sekitaran Purworejo. Dimana kayu-kayu itu adalah limbah tidak terpakai seperti kayu bekas erosi tanah, udara maupun air. Kurang lebih ada 8 orang pengrajin yang setiap minggunya sering berkumpul bersama untuk membuat hasil karya furniture.

Bentuk kayu yang unik dan aneh menjadikan nilai artistik tersendiri di tangan para pengrajin. Dengan nmenambahkan sentuhan nilai seni yang tinggi kayu yang tadinya tidak terpakai kini bisa menjadi meja, kursi, lemari dan berbagai barang  yang memiliki nilai jual tinggi, ungkapnya.

Dijelaskan jika kayu-kayu yang digunakan ialah jenis kayu seperti batang aren,  Kelapa, Kayu Klengkeng, Munggur,  Jati, trembesi, sonokeling dan banyak lagi. Saat ini penjualan kita lakukan melalui media online maupun lewat rekan-rekan sendiri. Dengan kisaran harga  1 Juta Rupiah per set hingga 20 Juta Rupiah per set, semua tergantung kesulitan desain maupun jenis kayu.

“Penjualan kita sudah sampai luar kota hampir menyeluruh ke Indonesia, kebanyakan  penjualan meja kursi, lemari, dekorasi ruangan untuk rumah maupun cafe,” jelas Kapten Inf Cermo.

Bertepatan juga dengan ada Romansa Purworejo Expo 2018 dari tanggal 31 hingga 4 November hasil karya Kapten Inf Cermo beserta rekan-rekan ditampilkan di salah satu stand expo tepatnya bersamaan Stand Angudi Laras sisi barat Alun-alun Purworejo.

Expo yang dibuka oleh Bupati Purworejo Agus Bastian dan juga dihadiri pula oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementrian Koperasi Dan UKM RI Rulli Nuryanto. Usai pembukaan Rulli Nuryanto tertarik melihat hasil karya Furniture Kapten Inf Cermo beserta rekan-rekan.

Dalam wawancara bersama wartawan Koranpurworejo.com Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementrian Koperasi Dan UKM RI Rulli Nuryanto mengatakan, kalau kita bicara produk kayu seperti ini biasanya identik Jepara, namun dalam Expo produk ini kita melihat karya-karya furniture ini tidak kalah dengan Jepara. 

“Dan semua ini usaha masyarakat untuk meningkatkan ekonomi juga harus dibantu dengan managemen penjualan melalui media-media sosial maupun masa, agar transaksi penjualan tidak harus langsung bertatap muka namun bisa online seperti yang ada kebanyakan saat ini,” tandas Rulli Nuryanto.  (MAS)

Tidak ada komentar