Breaking News

HARI JADI PURWOREJO Akhirnya Diganti Tanggal 27 Februari 1831, Saat Pemerintahan Cokronegoro.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM ) HARI JADI Kabupaten Purworejo, akhirnya disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo, tanpa proses yang alot. Pihak pemerintah menyepakati Hari Jadi Purworejo dirubah dan  jatuh pada tanggal 27 Febuari 1831, penandatanganan kesepakatan dilakukan dalam rapat Paripurna  DPRD Purworejo pada hari  Selasa ( 13/11/ 2018 ).  

DPRD mengagendakan pembahasan 6 raperda dan 1 rancangan peraturan Tata Tertib DPRD Kabupaten Purworejo di ruang sidang utama.

Pembahasan tujuh raperda yang salah satunya meliputi Hari Jadi Kabupaten Purworejo, dan tentang pencabutan Perda No 6 Tahun 2001 tentang ristribusi izin gangguan, dan pencabutan Perda Nomor tahun 2001. Pembahasan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang pengolaan sampah, Perda Tata ruang Wilayah Kabupaten Purworejo, Perda Pendirian Perusahaan Umum Daerah.  Dan penambahan atas Perda Nomor 11 Tahun 2014 juga perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2011

Dalam sidang Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Luhur Pambudi yang didampingi Wakil Ketua Yophi Prabowo. SH,  hadir Bupati Purworejo Agus Bastian, SE MM, Wakil Bupati Yuli Hastuti SH.

Ketua Pansus XLVII DPRD Purworejo yang membahas Raperda tentang Hari jadi Purworejo dan Raperda tentang Perubahan atas Perda No ll Tahun 2014 tentang Analisis Dampak Lalu Lintas, Sutamo dalam laporan hasil pembahasan mengatakan, ada beberapa dasar yang menjadi penetapan tanggal 27 Februari 1831 sebagai Hari jadi Purworejo.

 Pihaknya sendiri telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mendapatkan data akurat tentang
tanggal tersebut. Dalam perjalanannya, muncul tiga opsi tanggal di bulan dan tahun yang sama terkait Hari jadi Purworejo.
Menghadirkan Sejarahwan UGM, Diskusi Hari Jadi  Purworejo di  Ruang Arahiwang ( Dok. Sumanang Tirta)

Ketiga tanggal itu, masing-masing tanggal 23, 26 dan 27 Februari 1831. 
DPRD Purworejo sendiri menggandeng tim ahli dari Universitas Semarang untuk melakukan penyusunan Naskah Akademik Hari jadi. Selain itu juga menghadirkan dan mendengarkan paparan dari Tim Pengkaji Hari jadi Kabupaten Purworejo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

”Secara umum bahwa sejarah memiliki arti penting bagi pembangunan yang ada di suatu daerah, utamanya mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan kebijakan strategis pembangunan daerah.

Selain itu agar momentum terbentuknya Kabupaten Purworejo dapat memiliki kepastian hukum guna meningkatkan rasa memiliki dan memperkokoh jati diri sebagai wilayah yang memiliki ciri khas penyebutan awal kemakmuran (Purworejo), maka Perda Kabupaten Dati II Purworejo Nomor 9 Tahun 1994 perlu ditinjau kembali,” jelas Sutarno.

Dijelaskan Sutarno, Hari Iadi Kabupaten Purworejo yang ditetapkan tanggal 27 Februari 1831 Masehi ini bertepatan dengan Perubahan Nama Brengkelan menjadi Purworejo dan ditulis oleh Cokronegoro I dalam naskah Kedung Kebo pada hari Sabtu tanggal 14 Romadhon 1246 Hijriyah.

“Adanya penetapan ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan pelaksanaan pembangunan yang telah disepakati bersama demi kemajuan Kabupaten Purworejo,” tuturnya.

Selain itu juga bisa menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan dari masyarakat Kabupaten Purworejo terhadap pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Satu hal lagi adalah mendorong peningkatan sektor pariwisata melalui kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan berdasarkan peringatan Hari jadi Kabupaten Purworejo.
Dokumen diskusi  meninjau kembali  hari jadi Purworejo ( Sumanang Tirta ).

Sutarno juga mengungkapkan, pihaknya sejak awal membuka rapat hearing untuk menyerap informasi masyarakat agar semua pihak menghilangkan tentang trah-trah yang ada Selama ini orang menyebut ada trah Cokronegoro ataupun Diponegoro dalam penyebutan Purworejo.

”Kami melihat adanya trah-trah ini malah akan memecah belah. Kita harus mulai mengikis tentang trah itu dan trah sebenarnya kita itu adalah trah warga Purworejo yang berkepentingan untuk mensejahterakan Purworejo ke depan,” katanya.

Pengambilan tanggal 27 Februari sendiri dikarenakan pada tanggal itu sudah
ada ketetapan resmi yang tertulis jelas, dan dokumennya tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Di situ disampaikan ada penetapan nama Brengkelan menjadi Purworejo serta Cokrojoyo menjadi Cokronegoro. ( SM Tirta. )

Tidak ada komentar