Breaking News

HANYA BUTUH 2 X 24 JAM, Satreskrim Polres Purworejo, Ringkus Pelaku Pembunuhan di Trirejo Loano.


PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM) -- RABU siang (21/11/2018) Kapolres Purworejo, AKBP, Tegih Tri Prasetya, SIK, melalui Wakapolres Kompol, Andis Arfan Tofani, SH melakukan Siaran Pers dengan kalangan awak media, di Mapolres Purworejo, berkait kasus ditemukannya mayat di Desa Trirejo Loano.

Dijelaskan Oleh Kompol, Andis, Satreskrim Polres Purworejo tidak lebih dari 2 X 24 Jam, berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan  yang menimpa Achmad Munasir (29), warga Langenrejo Rt 01/02, Kecamatan Butuh. 
Dimana korban Ahmad Munasir, mayatnya ditemukan di pinggir saluran Irigasi Kedung Putri, Dusun Watubelah, Desa Trirejo, Loano, pada Jumat (16/11) sore, dengan kondisi penuh luka mengenaskan.

Atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP/B/13/ XI / 2018. POLSEK LOANO, Akhirnya Satreskrim Polres Purworejo, dengan sigap dan cepat, berhasil menangkap dan  mengungkap, motif dibalik kasus pembunuhan tersebut.

Pelakunya adalah  MR (39), warga Kebon Gunung, Loano, dan SR (29), warga Sapuran, Wonosobo, kepada penyidik mengakui semua perbuatannya. Dihadapan Polisi dan awak media kedua pelaku mengakui segala perbuatannya.

"  Hal itu dilatarbelakangi masalah hutang piutang, antara SR dengan korban, dimana SR memiliki hutang Rp 30 ribu kepada korban.

“Namun karena terus terusan ditagih, tersangka SR menjadi dendam kepada korban. Dia lantas merencanakan pembunuhan itu dengan mengajak MR. Setelah korban dihabisi, harta bendanya diambil,” jelas Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani, Rabu (21/11).

Dijelaskan oleh Andis, yang didampingi Kassubag Humas, Iptu Siti Komariah, sebelum pembunuhan terjadi, tersangka SR ditemani MR janjian bertemu dengan korban. Kemudian mereka bertiga berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban.

Sampai di TKP, tersangka SR langsung membekap korban, sementara MR menusuk korban menggunakan pisau yang sudah dipersiapkan sebanyak 8 kali. 

Kemudian kedua tersangka mengambil barang-barang milik korban, yakni, satu buah sepeda motor, satu helm, uang tunai Rp 800 ribu, dua buah handphone, satu power bank, yang kini disita sebagai barang bukti. 

Sementara pisau yang digunakan untuk membunuh, dibuang di sungai daerah Cengkawakrejo, Banyuurip.

Dan berawal dari penemuan mayat korban, polisi yang langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan, akhirnya berhasil menangkap kedua tersangka pada Senin (19/11) pagi, dua hari setelah mayat ditemukan. Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, keduanya terpaksa ditembak kakinya.

“Kedua tersangka merupakan residivis kasus curanmor. MR, belum lama bebas dari LP. Keduanya tersanka sama sama kenal, saat masih bersama-sama menjalani hukuman di LP,” ungkap Andis.

Ditambahkan Kompol Andis,
" Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal pasal 340 KUHP, subsider pasal 338, atau pasal 365 (4) KUHP, tentang pembunuhan berencana atau pencurian dengan kekerasan, yang mengakibatkan kematian".

 " Ancaman hukumannya, hukuman mati atau seumur hidup, atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun, Imbuhnya.  ( MN Tirta -Mas).

Tidak ada komentar