Breaking News

Expo dan Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri, Digelar di Area Pendopo Kabupaten.



PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM) --BERTEMPAT di Pendopo Kabupaten Purworejo, di gelar Sarasehan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri ( GP3M ) dan  Gebyar Paud se Kab Purworejo, Kamis ( 1/11/2018).

Acara yang dihadiri oleh Dirjen Paud Republik Indonesia, Bupati Purworejo, serta Forkopimda ini, didominasi para Ibu ibu yang telah dibina oleh Sanggar Kegiatan Belajar Dikpora, untuk menjadi perempuan mandiri. Yang bisa menghasilkan keuangan dari karya industrinya, dan tidak bergantung pada kaum lelak semata.

Dalam acara tersebut juga digelar Stand expo  hasil karya para Ibu ibu berskala  sebagai usaha mikro kecil menengah ( UMKM). Dari Binaan Upt Satuan Pendidikan Non Formal ( SPNF ) Kabupaten Purworejo. Sebagai Desa Vokasi.

Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM dalam sambutannya, mengatakan, betapa kagum dan senangnya melihat dan menyaksikan para perempuan, yang berperan aktif dalam kebahagiaan.

Bupati seraya mengucapkan terimakasih, kepada Kaum perempuan yang telah mendidik dan menyertai para Anak Paud yang lucu lucu penuh dandanan unik, dengan penuh kasih dan tulus.

" Tanpa peran perempuan, kaum lelaki tidak apa apanya. Perempuan adalah soko guru didalam keluarga. Saya merasa gembira diantara para perempuan mandiri. Ibu ibu ini adalah segalanya bagi umat manusia ", ungkap Bupati.

 " Paud adalah sebuah pendidikan yang banyak menanamkan kesan indah, bagi anak. Silahkan saya sediakan alun alun untuk rekreasi. Dulu masa kecil saya, sampai sekarang sungguh berkesan manakala diajak Ibu ke pasar Baledono, atau saat ke borobudur. Bagi saya itu masa kecil yang indah", imbuh Bupati.

Sebelum membuka dan memberikan sambutannya, Bupati sempat mengelilingi Desa Vokasi Stand binaan Upt Satuan Pendidikan Non Formal ( SPNF ). Ada beberapa  Stand, diantaranya  dari Pituruh, Bener, Loano, Bayan, PKK . Semua memamerkan hasil karya kerajinan, yang juga sudah dipasarkan. 
Dengan cara seperti itu, para perempuan akan menambah hasil, dan diharap menjadi mandiri.

Dari pengamatan wartawan KoranPurworejo.com, semua hasil kerajinan produksi hasil binaan SPNF, sudah sangat layak untuk bersaing dengan produk manca daerah.
Ada batik dan desain modisnya, ada kerajinan perangkat rumah tangga. Ada Kopi dengan beraneka rasa. Ada kerajinan Topi, serta beraneka lainnya,

Selain acara tersebut, pada momentum yang sama juga diberikan sejumlah penghargaan  bagi para Juara Bunda Paud Berprestasi. Lembaga Paud berprestasi dan Gugus Paud berprestasi, tingkat Kabupaten.

Mewakili Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Gita Yuristiana Ssos, dalam sambutannya, GP3M adalah sebuah  program yang sangat diminati kaum Ibu, dan perihal penghargaan bagi para Bunda Paud, Lembaga Paud dan Gugus Paud berprestasi, adalah merupakan apresiasi dari Dinas, untuk selalu memberikan yang terbaik, bagi para juara. 

Acara dilanjut dengan lomba tari siswa Paud  yang  berbasis tari  tradisional. Suasana lucu penuh kegembiraan pun terpancar dari para peserta, serta para pengampu dan hadirin semua. (SM Tirta).

Tidak ada komentar