Breaking News

Diskusi Dampak Pembangunan Bandara di Kulon Progo, Potensi Purworejo Dianggap Strategis.



PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM) -- DENGAN dibangunnya Bandara Internasional di Temon Kulon Progo, posisi Kabupaten Purworejo menjadi sangat penting. Hal itu terungkap dalam diskusi yang diprakarsai Harian Kompas dan Bank Jateng, Kamis ( 1/11) di Ruang Arahiwang Kantor Bupati Purworejo.

Pembangunan infrastruktur yang gencar dilaksanakan Presiden Joko Widodo, dapat meningkatkan konektivitas dan merangsang daya saing antar daerah. Bahkan meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

Terkait Pembangunan Bandara Kulon Progo, dipandang menjadi sangat penting dan menarik untuk di bahas. Terutama dampak sosialnya bagi masyarakat Purworejo. Maka dibutuhkan  kesiapan yang baik bagi pemerintah dan masyarakatnya. 
Untuk itu Forum diskusi terbuka yang mengambil tema "Dampak Pembangunan Bandara Kulon Progo, terhadap pertumbuhan ekonomi Jateng bagian selatan dan tengah", menjadi menarik untuk diadakan.

Diskusi yang diikuti sekitar 100 hadirin, dari kalangan perbankan, akademisi anggota Kamar Dagang dan Industri, pelaku bisnis, Pemprov Jateng dan Pemkab Purworejo,  disambut penghadir dengan antusias.

Wakil Redaktur Pelaksana Adi Prinantyo, dalam sambutannya, menjelaskan, bahwa KOMPAS dalam diskusi tersebut, ingin berkontribusi dalam hal mendidik, dan ambil peran dalam  pembangunan. Bukan hanya menjalankan pers sebagai alat kontrol saja.
" Diskusi ini, diharap bisa mengelaborasi, mendidik dan memasukan ekonomi masyarakat. Saya berharap Bandara NYAI di Kulon Progo membawa dampak implikasi positif bagi daerah Jateng selatan. Jangan sampai seperti Bandara Kerta Jati. Hanya 15 memiliki potensi 15 % untuk perekonomian. Bayangkan Jarak Hotel dengan Bandara Karta Jati 30 Km.
Jangan sampai hal ini terjadi di Purworejo " tandas Adi Prinantyo.

 Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, SH sebagai Keynote Soeech, berbicara seputar setrategi  arah kebijakan Pemprov Jateng dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dampak pembangunan  bandara di Kulon Progo, kedepan.

Ganjar menjelaskan, betapa posisi geografis Purworejo menjadi sangat diuntungkan. " Purworejo bakal kebagian lubernya rejeki dari Bandara NYAI.
Logikanya, pendatang untuk ke Jogja jaraknya 40 Km. Untuk ke Wates 10 Km. Sementara untuk ke Wilayah Purworejo, cukup 3 KM.
Ayo dipangku saja. Buat hotel yang baik,  kulinernya siapkan, yang baik. Pariwisatanya juga harus ditata, disiapkan. Jualan wisata itu, adalah jualan yang bermasa depan. Artinya tidak ada ruginya.
Sekarang sudah saatnya kita bermimpi besar.  Posisi Purworejo sangat strategis, terkait untuk pengembangan perekonomian ", Ungkap Gubernur.

Sementara Bupati Agus Bastian, menjelaskan, Dengan dibangunnya Bandara NYAI pihaknya telah berupaya mempersiapkan diri. Sudah disiapkan destinasi destinasi wisata. Pembenahan akses jalan. Juga telah dipersiapkan Romansa 2020.

Malahan, Bandara belum jadi saja sudah banyak dampak positifnya bagi masyarakat. Harga tanah menjadi naik. Bahkan didaerah tertentu ludes. 
Kami pemkab juga telah berupaya mencari infestor dari Australia, Singapura dan lainnya. 
Sementara dalam season dialog, Erna Purbawati SE, rektor STIE Rajawali. Mengeluh dengan harga tanah yang tinggi, juga, infestor lokal menjadi tak berdaya. 

Sedang dari Gapensi Purworejo,  Heru mengakui , dampak Bandara Kulon Progo pasti ada, namun Heru justru dengan cerdas mempertanyakan Kepada Bupati Agus Bastian. 
"Sebenarnya tujuan akhir yang akan dicapai itu apa, bagi masyarakat Purworejo.? Akan jadi pelaku..? Penonton..? Atau apa..? Karena pihak Gapensi juga mengalami persoalan yang sama. Utamanya untuk urusan berkait dengan pekerjaan. Banyak pekerjaan yang di garap dari luar.

Bupati menyarankan, agar Pihak STIE Rajawali membuka jurusan baru yang sesuai dengan tuntutan jaman. Utamanya untuk menyambut Kebutuhan yang berkait dengan Bandara NYAI.
Sementara menanggapi Heru. Gapensi diminta agar lebih mempersiapkan diri secara profesional.

Diskusi selain menampilkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, juga menghadirkan Wakil Wakil Ketua Umum Investasi Kadin Jawa Tengah Bernadus Arwin. Dirut Bank Jateng Supriyatno, di moderatori perwakilan cabang Kompas Semarang Gregorius M Finesco.
Diskusi berjalan menarik serta mengundang banyak respon positif. Karena yang ditawarkan dalam forum diskusi,  berkait dengan prospek ekonomi masa depan. ( SM Tirta)

Tidak ada komentar