Breaking News

AC ANDRE TANAMA.Msn Dosen Seni Rupa ISI Yogyakarta Beri Workshop di Purworejo. "Seniman Harus Cerdas".



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM ) --SENIN (19/ 11/2018),  di Gedung Kesenian Sarwo Edhy Wibowo Purworejo.  AC, Andre Tanama, Msn. Dosen seni rupa Isi Yogyakarta.  Memberi Workshop seni lukis bagi Sejumlah seniman lukis Purworejo. Acara tersebut hasil kerjasama Dinparbud dan Dewan Kesenian Purworejo.

Ketua Komite Seni lukis DKP, Bramantyo, menjelaskan, " Komite Seni Lukis, melakukan workshop, seiring petunjuk,  singkronisasi KaDinparbud , Dikpora, dan  Dewan Kesenian Purworejo. Untuk melakukan pencerdasan kepada kalangan , pelajar, mahasiswa, umum dan kalangan peminat seni rupa di Purworejo.

Dihadapan, para peserta workshop, AC, Andre Tanama,Msn  yang dosen seni rupa ISI itu,  dengan cerdas,  Mengurai Kebaruan Dalam Seni Rupa , yang terus berkembang di dunia seni lukis Indonesia

Andre, Membahas tentang perkembangan  dunia seni rupa mutakhir yang selalu mengalami kebaruan-kebaruan dalam kreatifitas. 
Kita para seniman perlu hal hal baru yang unik dan mutakhir terkini, bukan seni mengekor. Tapi  kita perlu proses penciptaan  yang melekat pada sifat kebaruan", tandas Andre.

Masih menurut Andre,  " Sebagai contoh karya performan Art. Dengan medium tubuh untuk mewakili gagasan pikiran mereka. Karena media lain sudah tidak bisa dianggap mewakili dirinya,  Yang dalam bahasa seni  disebut proses alih wahana, atau bisa disebut dengan bahasa seni  kontemporer.

Andre, justru menganggap, kebaruan itu senyatanya ada banyak hal. Bahkan kadang  seperti siklus, kadang ada yg kembali ke tradisi. Seperti dunia modis, juga terjadi di seni lain.

 Demikian juga pada seni lukis, meski ada kebaruan, tetap ada kaitannya dengan seni  tradisi, baik alat maupun artifak teknik yang digunakan.

" Kadang hingga semakin sulit dipahami dan dimengerti oleh akal.  
Dari permasalahan ini pastinya memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru bagi pelaku seni ataupun penikmat seni tentang seni rupa itu sendiri. 

Seperti apa yang harus dilakukan perupa dalam proses penciptaan ? Serta bagaimana cara menyikapi kebaruan tersebut.
Oleh karenanya, perlu kepekaan, internalisasi diri. Untuk apa kita mau memaknai jadi seniman ", tegas Andre.

Andre berharap dari diskusinya,  tersebut, diharapkan akan  bisa terjawab, dan ditemukan wacana-wacana kebaruan dalam seni rupa mutakhir tersebut. Serta bisa dipahami dan dimengerti, bahwa seni lukis terus mengalami kebaruan, bukan hanya estetik dan tematiknya.

Ketua komite Seni lukis DKP Purworejo, Bramantyo, berharap pencerahan AC. Tanama  diharap para pelukis di Purworejo lebih berani keluar dari pakem. Serta lebih berani bermain dalam ranah konsep yang kekinian. Juga jangan hanya berpatrom, dalam wilayah estetik saja. Tetapi juga ada ruang untuk konsep, juga ruang untuk diskusi  ", Ungkap Bram.

Selebihnya,  Bram dalam sambutannya, berharap kegiatan tersebut bagian dari mengedukasi para peminat seni lukis di Purworejo. ( SMN.Tirta - Mas).

Tidak ada komentar