Breaking News

Suka Duka Yatin Haryanti, Menjadi Guru Di atas Kursi Roda



BUTUH ( KORANPURWOREJO.COM )– Yatin Haryanti (45) warga Kedungagung, Butuh, Purworejo. Meski dengan keterbatasan fisik, mampu menginspirasi banyak orang. 

Kondisi fisik yang mengharuskan duduk di kursi roda, tak halangi semangat sebab keadaan itu justru terus memantik semangat hidupnya. 

Yatin Haryanti adalah seorang guru TKIT Ulul Albab Desa Kedungagung, Kecamatan Butuh, Purworejo sejak 2004. Yatin Haryanti sering di sapa oleh para murid dengan panggilan Bu Haryanti. Meski geraknya terbatas karena duduk di kursi roda tapi hal tersebut justru mampu memotivasi siswa didiknya untuk terus bersemangat dalam meraih cita-cita. Haryanti adalah lulusan S1 di IKIP PGRI Wates.  

Haryanti menceritakan kondisinya berawal saat ia kecil di mana saat berusia 10 bulan ia tak seperti balita pada umumnya sehingga ibunya membawanya ke RSAL Jakarta. Ia divonis mengidap TBC tulang hal itu yang membuat kakinya tidak bisa berkembang normal.

“Ibu saya baru menyadari kalau saya beda, anak 10 bulan bisa merangkak saya kok belum bisa, kemudian di bawa ke RSAL Jakarta karena almarhum ayah TNI AL, terus saya di rumah sakit 1,5 tahun,” cerita Haryanti.

Meski kondisi tersebut membuatnya tidak bisa berjalan, ia tidak pernah sama sekali menyalahkan Tuhan. Baginya hidup adalah perjuangan usaha dan doa. Ia senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan padanya.

“Seperti apapun Allah menciptakan kita, dengan kekurangan ketika kita mau berusaha insyallah akan memberi jalan, ketika kita menyerah kita tidak akan mendapatkan apa-apa” ujar Haryanti dengan suara lirih sambil mengusap air mata yang menetes dipipinya.

Sebelumnya ia tidak terpikir di benaknya untuk menjadi seorang guru apalagi dengan kondisi fisiknya yang tidak seperti orang pada umumnya. 

“Awalnya saya tidak kepikiran untuk mengajar apalagi dengan kondisi seperti ini,” ujar Haryanti.

Haryanti mengaku meski kondisinya seperti saat ini duduk di kursi roda penuh keterbatasan, ia mengaku bertemu dengan siswa-siswanya di sekolah memberi kebahagian tersendiri kepada dirinya. Karena rasa cintanya terhadap siswanya tipa saat Haryanti mendoa untuk anak-anak didiknya. (Mas)

Tidak ada komentar