Breaking News

Tinjau Penambangan Di Bagelen , Bupati Tutup Operasi Penambang Nakal , Salahi Aturan.



BAGELEN ( KORANPURWOREJO.COM )---MARAKNYA Penambangan di kawasan Wilayah Kecamatan Bagelen.  Di Desa Hargorojo, Krendetan dan Bapangsari, tepatnya  arah Jalan Jogjakarta KM 17 . Senin menjadi perhatian khusus  bagi Pemerintah Daerah Purworejo.  

Dari pantauan KoranPurworejo.Com. Galian tebing  batu andesit serta tanah bercampur cadas tersebut ditengarai digunakan untuk pengurugan area pembangunan Bandara di Wilayah Temon Kabupaten Kulonprogo.

Senin  ( 8/10 ) Bupati Purworejo Agus Bastian, SE,MM   didampingi Ketua DPRD, Dandim 0708, Kapolres Purworejo, Ketua Pengadilan Negri ( PN ) Purworejo, Kejaksaan Negeri, Sekertaris Daerah, Kepala Satuan Pamong Praja, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Propinsi Jateng, Camat Bagelen, serta sejumlah pejabat lainnya, meninjau langsung penambangan di daerah kecamatan Bagelen, tersebut.

Agus Bastian mengatakan, peninjauan langsung ini untuk memastikan ada tidaknya  penambangan liar yang terjadi di wilayah Bagelen, Kabupaten Purworejo. Jika ada penambangan harus sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

" Kami turun ke lapangan untuk meninjau langsung, untuk mengetahui secara langsung di beberapa titik penambangan. Ternyata ditemukan ada beberapa penambangan yang menyalahi aturan", ungkap Bupati.

Ditambahkan oleh Bupati Agus Bastian, " Pelanggaran yang dilakukan dalam  penambangan antara lain tidak sesuai dengan titik koordinat. Hal itu bisa masuk kategori, penambangan tanah yang tak sesuai ijin. Pelanggaran jam kerja. Bahkan ada penambangan perorangan yang tak berijin " Tandas Bupati

Atas pelanggaran tersebut Bupati Agus Bastian menutup langsung penambangan yang  menyalahi aturan dan  tidak diperbolehkan beroperasi lagi.

Tindakan pada penambang yang menambang di luar titik koordinat yang sudah ditentukan. Akan  dilakukan tindakan hukum. Hal itu  dibuktikan dengan penyitaan alat berat milik penambang perseorangan.

" Penambangan itu ada aturannya, bukan seenaknya sendiri. Kami tadi menemukan, ijinnya mengambil batu andesit, tapi prakteknya yang ditambang tanah. Ini kan tidak boleh.  Bagi mereka yang sudah berijin, akan tetap kami awasi supaya taat aturan dan perundang undangan. Bila perlu akan saya pasang CCTV untuk memantau, supaya tak ada kecurangan pelanggaran " ungkap Bupati.

Sementara itu Kasi  dan Pengendalian ESDM Pengawasan Jateng, wilayah Serayu Selatan, MAengatakan,  Pelanggaran tersebut seharusnya sudah bisa ditindak oleh pihak kepolisian. Dijelaskan,  bahwa di Purworejo setidaknya ada 30 titiik penambangan. Namun dari sebanyak itu,  hanya beberapa yang mengantongi ijin operasi.

Sementara Bupati menambahkan,
“Akan kami berikan sanksi tegas bagi para penambang, dengan menghentikan aktivitas mereka. Bagi yang tidak berijin  akan dilaporkan ke pihak  berwajib, guna mendapatkan sangsi sesuai undang-undang, karena sudah merupakan tindak pidana” Tandas Agus Bastian. (Mas -SM Tirta)

Tidak ada komentar