Breaking News

Nama Sekda Purworejo, Dicatut Untuk Modus Penipuan.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM) --KEMBALI Menjadi pergunjingan antar pejabat dan Forpimda, Aksi penipuan dengan modus operasi mencatut nama pejabat, kembali marak terjadi di Kabupaten Purworejo. 
Tak tanggung-tanggung, selain sejumlah kepala dinas, pelaku penipuan juga mencatut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Drs Said Romadhon.
Pelaku yang mengaku sebagai Sekda, menelpon sejumlah pihak seperti pimpinan perbankan yang ada di Purworejo. Dengan berbagai macam dalih, ia meminta sejumlah uang kepada calon korbannya.

Terkait dengan hal itu, wartawan KoranPurworejo menelisik kejadian yang hampir menimpa Direktur Bank Jateng Cabang Purworejo.  Kabag Humas dan Protokol Agus Ari Setiyadi SSos, saat di temui, Rabu ( 10/10)  menjelaskan,  bahwa kejadian tersebut murni tindak kriminalitas penipuan. Sekda dan para pejabat tidak pernah meminta uang kepada pihak-pihak tertentu.

“Oleh karena itu, apabila ada orang yang mengaku sebagai pejabat pemda dan meminta sejumlah uang, hendaknya diabaikan saja " Pinta Agus.

Agus  mengaku sudah koordinasi dengan Sekda Drs. Said Romadhon. Dikatakan oleh Agus, bahwa lusa Direktur Bank Jateng ditelpon oleh seseorang, yang mengaku dirinya Sekda Purworejo, lalu dalam pembicaraan, si penelepon  mengatakan dalam bahasa yang halus, untuk mentranfer sejumlah uang. 
Namun, seperti dikatakan Agus Ari Setyadi Kabag Humas, pihak Kepala Bang Jateng, langsung menelepon Ponsel pribadi Drs. Said Romadhon. 
Maka, Said Romadhon pun terkejut. Dan membantah sekaligus mengklarifikasi. Itu  bukan dirinya. 
"  Saya tidak mungkin melakukan tindakan bodoh seperti itu. Atau apabila memungkinkan, dilaporkan saja kepada pihak berwajib,” katanya.

Kabag Humas Purworejo Agus Ari Setyadi Ssos. Menambahkan, kejadian serupa pernah terjadi, mengatasnamakan pejabat Kejaksaan, namun si penipu juga belum sempat menunai hasilnya. Karena setelah dikroscek pejabat tersebut juga terkejut.

Agus menghimbau kepada pada siapapun, jangan mudah percaya jika ada modus modus penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Pemda. " Jika mendapat telepon, mengatasnamakan pejabat, dan berurusan dengan uang, perlu diwaspadai. Bila perlu di kroscek. Karena itu satu modus  kriminal. Jadi jangan gampang percaya. " Tandas Agus Ari Setyadi. ( SM.Tirta).

Tidak ada komentar