Breaking News

Kisah Ibu dan 3 Anak , Selamat Dari Gempa dan Tsunami Palu, Pulang Ke Purworejo



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )--- KISAH  luar biasa dari seorang ibu bersama 3 orang anaknya yang selamat dari bencana alam Tsunami di Palu, kini melalui perjuangan berat , akhirnya pulang ke Purworejo.

Oktaviani (33), warga Balidono Rt 01/9 Purworejo, yang tinggal di Palu sejak tahun 2006. Karena  mendapatkan jodoh orang Palu  Bripka Supandi (35). Pasangan ini dikaruniai 3 Orang anak bernama Andini (10) , Naswa (7), Nuha (1,8).

Dalam kisahnya pada sore hari tepat tanggal 28 September 2018, Oktaviana yang memiliki agenda arisan bersama dengan teman-teman di Cafe Kartika pantai Talise. Suasana yang sangat cerah mendukung untuk melakukan aktivitas di bibir pantai sembari melihat pemandangan.

Oktaviana sudah bersiap-siap dengan mengajak ketiga buah hatinya, sebelum berangkat ke Cafe sempat membuat status di Whatsapp dan hal itu dilihat pula oleh orang tuanya di Purworejo, terjadilah kontak-kontakan antar ibu dan anak, sebelum Oktaviana berangkat arisan.

Mengenakan sepeda motor Oktaviana bersama ketiga buah hatinya berangkat arisan, sesampainya di Cafe Kartika Talise jam 5 sore.. Disela-sela waktu itu  Okta melakukan update status Whatshapp bersama anaknya.

Datanglah kawan-kawan arisan kurang lebih 6 orang dengan membawa anak-anak mereka pula.  Tak selang berapa lama terasa gunjangan gempa bumi. Suasana yang sendu pecah dengan penuh kekawatiran. Banyak orang berlarian dan oktavia pun bersama dengan 3 orang anaknya satu dalam gendongan dan dua yang lain saling berpegangan.

“Pada suasana itu saya hanya bisa berdoa dan mencoba menenangkan anak-anak saya,” Kata Oktaviana.

Tak lama suara bergemuruh terdengar dengan sigap Oktaviana turun dari Cafe bersama 3 orang anaknya. Dengan tergesah gesah berlarian. Oktaviana menggendong anak paling kecil Nuha (1,8), dan anak pertama Andini (10)  dan kedua Naswa (7) berlari di depannya untuk mencari bantuan.

“Lari nak, lari ibu di belakang mu juga berlari menjagamu,” Kata Oktaviana dengan cemas. Berkejar kejaran dengan glombang air laut yang sempat mebasahi kaki mereka, saat itu pula barulah mereka medapatkan bantuan dengan menumpang salah satu kendaraan. namun tak jauh dari sana kendaraan berhenti karna perjalanan terhambat oleh banyaknya tiang dan rumah roboh.

Setelah itu Oktaviana bersama kedua anaknya melanjutkan perjalanan dengan berlari, meski terlihat anak pertama dan kedua sudah kelelahan. “Tidak lama kemudian glombang air laut yang kedua datang  kembali, sudah tidak bisa berfikir apa-apa yang saya fikirkan hanya bagaimana saya dan 3 orang anak saya selamat,” Ungkap Oktaviana. 

SEMPAT BERJALAN 20 KM.

Keberuntungan menyertai saya dan anak saya, ada kendaraan bak terbuka berjalan disamping saya dengan tanpa berfikir panjang mau kemana saja asalkan selamat saya menumpang kendaraan itu.

Sebelum semuanya hilang setelah gempa dan Tsunami, saya sempat mengabari suami saya mengatakan bahwa anak-anak selamat dan kita bertemu di Petobo, rumah saudara saya.

Dalam perjalanan mengenakan mobil bak, saya dan anak-anak berhenti dan berjalan kurang lebih 20 kilometer untuk menuju Petobo. dalam perjalanan secara tidak sengaja saya melihat mobil suami saya dan di jalan Petobo itupun saya dan tiga buah hati kita di pertemukan.

Karna suami abdi negara dia pun melanjutkan tugas. Saya dan anak-anak berada di pengungsian TNI AU sampai tanggal 4 Oktober, “ Tanggal 4 Oktober bertepatan dengan ulang tahun Naswa anak kedua saya, kita berangkat ke Balikpapan menaiki herkules dan setelah dari Balikpapan malamnya langsung ke Yogyakarta dengan biaya sendiri dari adik saya di kalimantan,” kata Oktaviana.

Sesampainya di Purworejo, tangis harus kedua orang tua saya, Mario (50) dan Suwarti (53) pecah luar biasa. Kekhawatiran yang luar biasa terpancar pada tangisan mereka. Bisa bertemu kembali dengan anak dan ketiga cucunya adalah hal yang luarbiasa bagi mereka. Semenjak mengetahi kabar bencana alam di Palu,

Suwarti mengatakan, saya hanya bisa melihat berita di Televisi dan menunggu kabar dari anak saya yang di Kalimantan adek dari Oktaviana yang melakukan pencarian tentang keluarga kakaknya. Mendengar menantu yang juga selamat dan masih bertugas disana saya selalu mendoakan untuk segera selesai bencana yang ada dan memulai kehidupan baru bagi seluruh masyrakat di Palu.

Oktaviana bersama 3 buah hatinya Andini , Naswa dan Huda kini tinggal di Baledono Rt 1 Rw 9, Purworejo dengan kedua orang tuanya. “Meski masih mengalami sedikit trauma setidaknya anak-anak saya bisa merasakan ketenangan disini, dan saya akan kembali kesana jika semua sudah membaik,” kata oktaviana. (MAS)

Tidak ada komentar