Breaking News

Dukuh Ngawang - Awang Brenggong, Lestarikan Sedekah Bumi Keliling Desa



PURWOREJO  ( KORANPURWOREJO.COM)--- RIBUAN warga Dukuh Ngawang - Awang RT 02 /02 Brenggong Purworejo,  gelar sedekah bumi dengan mengarak pulu wetu bumi atau hasil bumi keliling Desa ,Sabtu 27/10.

Uniknya juga sejak dahulu Kepala Desa ikut  diarak menggunakan kuda bersama rombongan lain. Adapun  4 pulu wetu bumi di bentuk seperti gunungan yang nantinya akan di perebutkan oleh masyarakat secara bersama-sama. 

Sedekah Bumi yang digelar yang berpusat di  Petilasan Nyai Rantamsari memiliki sejarahnya sendiri. Seperti yang diceritakan Pramono (63) juru kunci Padukuhan Ngawang-awang. 

Merti Desa  atau yang sering disebut sedekah bumi memiliki makna atas ucapan syukur masyarakat  Dukuh Ngawang - awang dan sekitarnya,  atas hasil bumi dan ini juga sebagai doa memohon berkah agar segala cita-cita masyarakat tercapai, kesehatan,  rejeki, kesejahteraan dan berbagainya.

"Nyai Rantamsari sendiri adalah sosok petapa pejalan,  pengayom ayom pulau Jawa. Beliau pernah singgah di Desa Ngawang - awan,  sedangkan kegiatan Sedekah bumi sebelumnya berpusat di kediaman Kepala Desa yang menjabat,  namun karna adanya petilasan dan ruang yang mampu menampung kegiatan sejak 2 tahun ini dipusatkan di Petilasan Nyai Rantamsari," kata Pramono. 

Pramono menjelaskan kembali, sedangkan dulu yang babat alas bumi Ngawang - awang adalah Eyang Tanudjoyo dari Kraton Jogjakarta. Cerita ini sebelum penangkapan pangeran Diponegoro, saat jaman Belanda. 
Makam Tanungjaaya terletak di bumi Ngawang - Awang namanya makam sedepok. 

"Rute yang arak-arakan sendiri dari padukuhan Awang awan ke RW 5 keliling sampai jalan besar,  memutari RW 2 dan di Petilasan sini didoakan setelah didoakan. Nantinya hasil bumi diperebutkan oleh warga dan diakhiri makan bersama, namun masih ada totonan juga setelah makan bersama, yaitu kuda lumping dan malam nya wayang," jelas Pramono. 

Kegiatan ini semua dari dana suwadaya warga. Pramono beharap perhatian pemerintah atas kegiatan yang telah berlangsung secara turun temurun ini,  agar dapat lebih diperhatikan dibantu dari berbagai segi agar adat budaya ini tidak luntur ditelan jaman. 

Di sisi lain Babang Febru harjadi S. Sos,  sebagai PJ kepala Desa mengatakan, rasa ucapan syukur atas terselenggaranya sedekah bumi ini di Padukuhan Ngawang - awang,  dimana disampaikan juga bahwa ini adalah salah satu cara mempererat tali silaturahmi masyarakat dan menjaga keberagaman seni budaya. (MAS)

Tidak ada komentar