Breaking News

5 Oktober 2018, Hari Jadi Purworejo Ke 1117 'Amring ' Sepi Tanpa Ada Penyambutan Peringatan



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )-- HARI jadi Kabupaten Purworejo ke 1117 yang biasanya diperingati setiap tanggal  5 Oktiber. Kali ini dalam pemerintahan  Bupati Agus Bastian , SE ,MM, nyaris tanpa ada peringatan apapun.
Bahkan Mantan Sekda Purworejo Ahmad Fauzi , menyebutnya Purworejo demikian Amring. Alias sepi tanpa sambutan apapun, dari pemerintahan yang dipimpin Bupati Agus Bastian.

Wartawan KoranPurworejo.Com , saat menghubungi Kabag Humas dan  Protokol Agus Ari Setyadi, Ssos. Pihaknya membenarkan, bahwa pada hari ini Jum'at  ( 5 Oktober 2018 ) yang tepat dengan monentum hari jadi ke 1117 tidak ada peringatan seperti biasanya.

Agus tidak menjelaskan secara rinci tentang tidak diadakannya penyambutan hari jadi Purworejo tersebut.
Namun Agus memberitahukan bahwa besok tanggal 20 Oktober ada peristiwa budaya yang bakal digelar oleh Pemerintah daerah.  Namun Agus tidak menjelaskan even tersebut berkait dengan hari jadi Purworejo atau tidak. Yang jelas Agus membenarkan jika hari ini Jumat 5 Oktober 2018, tidak ada kegiatan penyambutan hari jadi ke 1117 seperti biasanya di Komplek ditemukannya prasati Arahiwang.

Hal tersebut muncul spekulasi dari banyak pihak. Dimana penetapan hari jadi Purworejo, selama ini terus bergulir jadi polemik pro dan kontra. Bahkan banyak yang berpendapat tidak masuk akal. Serta mengharap ditinjau kembali.

 Pada peringatan hari jadi Ke-1.117 tahun ini pun demikian, penetapan hari jadi kembali dipertanyakan Sejumlah kalangan mulai dari sejarawan, budayawan, politisi, akademisi hingga LSM kembali mempertanyakan penetapan hari jadi Kabupaten Purworejo. Pasalnya, umur Kabupaten yang dulu merupakan tlatah Bagelen ini dinilai cukup janggal. Beberapa kabupaten lain baru berusia ratusan tahun, sedang Purworejo pada tahun ini memasuki usia ke-1.117.

Baca Juga : Jadwal Even...

Sastrawan dan penulis buku Sejarah Tjokronegoro (Bupati pertama Purworejo), Atas Donosubroto mempertanyakan penetepan hari jadi oleh panitia penetapan hari jadi. Sangat sangat politis dan rekayasa. Hari jadi Purworejo ditetapkan 5 Oktober dan dinaungi Perda Nomor 9/1994. Menurut Atas, penetapan tanggal 5 Oktober tersebut perlu dikroscek ulang, pasalnya panitia kurang jeli dalam melihat bukti sejarah seperti prasasti kayu arahiwang.

"Penetapan 5 Oktober itu asalnya dari mana, kita perlu menelusuri kembali sejarah penetapan hari jadi Kabupaten kita," katanya.

Atas Danusubroto menambahkan, hari jadi yang ditetapkan saat ini dinilai tidak relevan karena mengacu pada penemuan kayu arahiwang. Padahal dalam prasasti tersebut baru menyebutkan adanya tanda-tanda tanah perdikan, bukan merupakan bukti adanya sebuah pemerintahan .

Sampai berita ini ditulis KoranPurworejo.Com belum berhasil menemui Bupati. Namun sebagaimana dijelaskan Kabag Humas dan Protokol.
Bahawa  5 Oktober tahun 2018, yang bertepatan dengan hari jadi, pemerintah tidak mengadakan acara sebagaimana seperti  tahun tahun lalu, 

Ada spekulasi di mata masyarakat. Mungkinkah hari jadi Purworejo akan ditinjau kembali ? Atau akan diganti ? Sementara sampai hari ini Bupati atau pihak DPRD  belum mengeluarkan putusan tetap untuk menganulir Perda  No. 9 / 1994 tersebut,  sebagai penetapan hari jadi Purworejo.  (SM.Tirta)

Tidak ada komentar