Breaking News

Sepak Bola Sawah, HUT RI Ke 73 dan Sambut Penutupan Asian Games, Sedot Banyak Penonton.



BANYUURIP (KORANPURWOREJO.COM ) --MINGGU (2/9/18) Jl.Raya Kecamatan Banyuurip, tepatnya di Desa Candi Ngasinan, menggelar sepak bola Sawah yang dipenuhi lumpur. Menjadikan semua orang pelintas jalan tersebut, jadi berhenti, melihat hiburan pertandingan sepak bola lumpur, yang penuh gelak tawa.

Ketua Penyelenggara, Suhandono pada Wartawan KoranPurworejo.Com menjelaskan. Acara tersebut digelar masih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 73. Juga bertepatan dengan  Merayakan Penutupan Asian Games, yang banyak mendulang Emas.

Masih menurut Suhandono, Desa Candingasinan ada 4 Rukun Warga. Tapi ini di gelar di Dukuh Candi, peserta yang mendaftar ada 4 Klub Bola. Setiap Klub memainkan 7 orang pemain bebas umur.

"Adapun waktu permainan 2 kali 25 menit.
Panitia menyediakan hadia uang. Untuk juara 1 , 2 dan Tiga. Untuk beli sabun masing masing pemain! Ungkap Suhandono sambil tertawa.

Acara unik ini, juga jadi tontonan menarik warga. Sebelum acara di mulai. 4 Klub turun ke Sawah. Ditengahnya berkibar bendera Merah Putih. Diawali Penghormatan bendera, lalu  menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Dipimpin oleh seorang perempuan sebagai dirigennya.

Tidak kalah menarik, panitia juga menyediakan pengeras suara, serta mengundang komentator. Untuk mengomentari jalannya pertandingan.
Hampir semua yang terjadi di tengah sawah yang penuh lumpur tersebut, menjadi pertunjukkan yang penuh sorak sorai para pendukungnya.

Sawah  Ukuran  50 x 30 Meter , yang digenangi air, menjadikan bola tidak bergerak ketika ditendang. Justru lumpur yang muncrat ketubuh para pemain.

 Semua pemain hampir tidak bisa dikenali wajahnya, karena dipenuhi lumpur.
Kadus Candi, Susetyo (42) yang juga turun berlaga menjadi pemain. Mengaku sangat lelah sekali, berlari di lumpur. Menurutnya, lelahnya melebihi bermain bola dilapangan rumput .

Tak khayal, Jalan Raya Banyuurip pun dlakukan pengamanan dan pengaturannya oleh Pihak Polisi, supaya tidak macet,  karena ramainya para penonton.

Kades Candingasinan Sunarman, sangat bangga dengan ide warganya, bahkan  mendukung acara tersebut. Bahkan pihaknya tahun depan akan menyelenggarakan lagi.

Dari pantauan wartawan, event tersebut, bila dikemas, tidak menutup kemungkinan bakal jadi ikon wisata bagi Kecamatan Banyuurip. Karena cukup menyedot banyak pengunjung. ( S.Tirta).

Tidak ada komentar