Breaking News

Kasus Pelecehan Seksual Dibawah Umur, Pengacara Berniat Akan Lapor Ke Propam


NGOMBOL ( KORANPURWOREJO.COM) --SUNGGUH Iba, mencermati kasus gadis dibawah umur (RW) warga Desa Rasukan Kecamatan Ngombol Purworejo.  Yang menjadi korban persetubuhan di bawah umur. 

Dihadapan para wartawan RW mengaku telah jadi korban kebiadaban nafsu  AR (60 th). Dengan dibawah ancaman AR dan tindakan membekap ,memaksa, akhirnya AR bisa merenggut  kehormatannya. 

Ada kesan, merasa kasusnya kurang mendapat perlindungan hukum dari yang berwajib. Ibu RW , Ny. Sutarsih (35 th ) menunjuk  pengacara  senior Purworejo , Samino, SH  sebagai pengacaranya.

Sabtu ( 1/9) Samino, SH menjelaskan.
 RW yang masih dibawah umur itu, telah disetubuhi paksa oleh AR ( 60 th) tetangganya, dengan cara mengancam keselamatan jiwanya. Seperti diakui RW..

 Kejadiannya dilakukan AR, manakala rumahnya kosong, saat Ibu RW meladang di sawah. 
Seperti dijelaskan Samino, kasus ini pertama diketahui, setelah beberapa hari RW tampak murung dan sering menangis tanpa sebab. Setelah didesak Sutarsih ( Ibu kandungnya ), lalu RW gadis dibawah umur itu sambil menangis  menceritakan tindakan kebeiadan AR pada dirinya. Kontan ibunya pun terkejut. Sementara Muslimin ayah korban bekerja di Kalimantan.
Sutarsih Ibu Korban Bersikeras Agar AR segera Diproses Hukum

Kemudian Jumat ( 24/8)  Sutarsih pun melapor ke Polsek Ngombol. Sutarsih juga menandatangani Laporan.
Korban pun dimintai keterangan oleh pihak Polisi. Hari Sabtu ( 25/8 ) RW sudah difisum di Rumah Sakit Palang biru.

Namun ada beberapa kejanggalan, Sutarsih tidak diberi bukti laporan. Bahkan ada oknum Polisi yang memberikan keterangan, bahwa kasus tersebut, tidak dapat diproses, karena dianggap tidak ada saksi. 

Bahkan sampai hari Sabtu ( 1/9 ) AR pun belum ditahan, masih berkeliaran layaknya orang kebal hukum. Ini yang membuat sebagian warga marah. Bahkan sempat ingin melakukan demo.

Masih menurut Samino ,SH,  sang Kades Kamis (30/8) sempat  melakukan pertemuan mengundang keluarga korban dan  35 warga. Sang Kades berkesan ingin  supaya kasus tersebut tidak muncul ke publik. Bahkan dalam pernyataannya Sang Kades sempat  melecehkan profesi wartawan  di depan para undangan.

"Setelah ada tanda tanda ketidakberesan dalam penanganan. Maka Ibu korban dan 10 orang datang ke kantor saya. Mempercayakan kuasa hukum  pada saya. Ketika saya menemui Kades , yang terjadi , sikap mereka tidak bersahabat, bahkan berkesan arogan " Ungkap Samino.

"Ini Kasus persetubuhan di bawah umur. Tidak bisa dibiarkan. saya berniat lapor Propam " tandas Samino, SH.
Rumah Korban Didatangi Sejumlah Wartawan

Sabtu (1/9) sejumlah wartawan yang bertugas liputan di Purworejo, mendatangi rumah Kades di Desa  Rasukan, untuk konfirmasi. Namun diperoleh keterangan Sang Kades tidak ada di rumah.

Tokoh warga Rasukan Dwi Suswanto (58 th) berharap agar kasus pelecehan di bawah umur tersebut, untuk diproses hukum saja. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan dan berbagai spekulasi di tengah warga Desa Rasukan..  
" Pelaku sudah mengaku, korbannya juga melapor, hasil fisum cukup bukti. Bahkan ada bukti, Handphone pelaku tertinggal di  tempat kejadian perkara. Baiknya tidak perlu ditutup tutupi.  Proses saja secara hukum. Supaya jelas semuanya ",  tandas Dwi Suswanto tegas. ( S.tirta).

Tidak ada komentar