Breaking News

Generasi Milenial Dituntut Harus Otentik dan Produktif



PURWOREJO ( Koranpurworejo.com )-- Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar Rapat Senat Terbuka untuk memperingati Milad ke-54 UMP, dengan agenda Kuliah Umum di auditorium kampus setempat,  Senin (24/9). 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga pakar psikologi asal Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Dr H Khoiruddin Bashori MSi, menjadi pembicara dalam kegiatan kuliah umum. 

Khoiruddin Bashori dalam paparannya menekankan pada  bagaimana mahasiswa baru menjadi generasi milenial yang islami, unggul, dan mandiri. Menurutnya, di era generasi milenial banyak tantangan yang dihadapi mahasiswa baru. Karena itu, mahasiswa harus dapat menyeimbangkan antara tuntutan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dengan pendidikan karakter dan akhlak. 

Hal itu disampaikan kepada ratusan mahasiswa baru angkatan tahun akademik 2018/2019.

“Generasi milenial itu harus otentik dan produktif dengan literasi akademik yang tinggi. Harus mandiri dan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata atau sehari-hari,” tandas Khoiruddin Bashori.

Disisi lain Rektor UMP, Drs H Supriyono MPd, dalam laporan tahunannya menyampaikan optimisme untuk kemajuan UMP ke depan. Melalui visi “Pada tahun 2025 menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam ilmu dan mulia dalam akhlak”, UMP bertekad menjadi perguruan tinggi yang unggul dan mampu beradaptasi dalam perubahan global.

UMP berdiri pada pada 24 September 1964 dan beralih bentuk menjadi UMP pada tahun 1999. Namun, pelaksanaan Milad kali ini digelar lebih awal karena pada 24 September mendatang bertepatan dengan Idul Adha.

Disebutkan, capaian program kerja UMP tahun 2017/2018 mengalami banyak perkembangan. Di antaranya bidang pendidikan dan pengajaran berjalan baik dengan meluluskan sebanyak 820 sarjana dengan jumlah lulusan cumlaude sebanyak 102 mahasiswa, IPK rata-rata 3,29 dan rata-rata masa studi 49,5 bulan.

“Dan secara berkelanjutan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan Nyata di tengah masyarakat yang luas,” ungkapnya.

UMP berdiri pada pada 24 September 1964 dan beralih bentuk menjadi UMP pada tahun 1999. 

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, terdapat 51 proposal penelitian yang didanai oleh UMP. Selain itu ada 34 proposal yang memperoleh hibah dari Kemenristek Dikti dengan jumlah Rp 1.292.625.000.

Dalam bidang pengembangan sumber daya juga dilakukan beragam upaya, antara lain menugasi para dosen menempuh studi lanjut S3. Tahun ini jumlah dosen yang studi lanjut S3 sebanyak 3 orang sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 19 orang.

“Pada tahun akademik 2017/2018 dosen yang menyelesaikan studi lanjut S3 dan memperoleh gelar doctor sebanyak 3 orang,” sebutnya.

Selanjutnya, banyak prestasi berhasil diraih mahasiswa di berbagai bidang. Pada tahun akademik ini, UMP dipercaya mengelola beasiswa bidikmisi sebanyak 73 orang yang terdiri atas mahasiswa penerima beasiswa on going dan 14 mahasiswa baru serta beasiswa PPA sebanyak 36 orang. ( Mas Top )

Tidak ada komentar