Breaking News

Dilaporkan Elemen Masyarakat, Pelaku Korupsi Pasar Krendetan Kena Putusan 1 Tahun.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM) -- KASUS dugaan  korupsi revitalisasi pasar Krendetan Kecamatan Bagelen, benilai Rp 6 Milyar, yang  bergulir hingga 2 tahun lebih. Akhirnya sampai pada Putusan hukum oleh Pengadilan Negeri Tipikor Semarang. 

Rabu (29/8 ) Kajari Purworejo Alex Rahman, SH, didampingi  Kasi Pidsus dan jajarannya, menjelaskan , " Pengadilan Negeri Semarang telah mengeluarkan Putusan Pengadilan tindak pidana korupsi Nomor : 24/ Pidsus -TKP/2018/ PN Semarang. Tanggal 24 Juli 2018. Masing masing terdakwa dinyatakan terbukti telah melakukan / melanggar  tindak pidana korupsi  Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Dengan amar putusan sebagai berikut : 1). Kepada masing masin terdakwa dijatuhi pidana selama 1 tahun. Denda Rp 50.000.000. Subsider 1 bulan kurungan.
2). Kepada Adjis dan Sumantri, ST dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 253.418.082.02. Dengan cara merampas barang bukti berupa uang lalu diserahkan ke kas Negara.
Bambang Yoso ( salah satu pelapor - memegang Mic ) berdialog dengan Kajari.   ( foto S.tirta)

Dijelaskan oleh Kajari Purworejo, Alex Rahman, SH  pada wartawan. Bahwa kasus Pasar Krendetan muncul bermula dari laporan Elemen masyarakat pada Tgl 11 Januari 2016. Yang ditandatangani oleh sejumlah nama Yakni , Bambang Yoso ( insan Pers ) , Mustakim Ketua FPI,  Suryo Lumaksono Wibowo ( Ketua Laskar Langit ) Basuki Rahmat SH, Mhum ( Direktur LPKSM ) serta  Tri Widodo (Laskar Utara).

Dari kajian penyelidikan inteljen, ditemukan bukti permulaan yang cukup. Bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dalam revitalisasi pasar rakyat Krendetan Tahun Anggaran (TA ) 2015. 

Yang selanjutnya di naikkan pada tahap penyidikan, berdasarkan alat bukti yang lebih dari cukup.  Hasilnya, kemudian  ditetapkan tiga tersangka yakni;  Drs. Slamet M (selaku PPK ) dan Adjis  ( Direktur Pt Maju Karya selaku penyedia  Jasa Kunstruksi) , serta terdakwa Sumantri  Sarjana Teknik ( selaku konsultan pengawas ).

Saat ditanya wartawan mengapa Kadinas Deperindag Dra, Suhartini tidak tersangkut ? Alex menjelaskan, karena  dari pencairan, penggunaan dana tersebut disebutkan yang bertanggung jawab adalah  PPK (Drs Slamet, M ). 
Uang sitaan diserahkan untuk dikembalikan ke Kas Negara. (Foto Tirta) 

"Dia yang menyetujui pelaksanaan dan menandatanganinya " tandas Alex. 

Hasil uang sitaan sebesar Rp 253.418.082.02 yang awalnya dijadikan barang bukti. Setelah ada Putusan dari Pengadilan Negeri Semarang Nomor 24/ Pidsus TKP/ 2018. Maka uang tersebut langsung diserahkan ke Kas Negara. Sedangkan para terdakwa pun menjalani hukuman sesuai Putusan PN Semarang.
( sts ).

1 komentar:

  1. Lawong dikorupsi mulane pasare yo ra sesuai standar.
    Mosok los daging koyo toilet bentuke hadewh

    BalasHapus