Breaking News

Angkutan Umum Mogok, Segala Penjuru Purworejo Jadi Lengang, Seperti Kota Mati



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM)-- SENIN (27/8/18) Hampir seluruh penjuru jalur kota kecamatan yang ada di Purworejo, seperti Pituruh, Kemiri, Kutoarjo, Purwodadi Krendetan, Kaligesing , Loano dan Gebang, menjadi lengang dari hilir mudik Angkutan Kota. Bahkan Kota Purworejo sebagai pusat kota benar benar menjadi kota yang lengang dan sepi. 

Pasar Suranegaran, terminal Angkot  Kongsi, terminal Angkot Kutoarjo, menjadi sepi tanpa satupun angkot melintas. Semua seperti dalam satu Komando, jika hari ini Senin ( 27/8)  FKAP (Forum Komunitas Angkutan Purworejo ) bersepakat mogok. Untuk memperjuangkan hak haknya yang berkait dengan ketentuan Permenhub Nomor 108/ 2017.

Dampak dari mogoknya angkutan kota ( Angkot) sungguh luar biasa. Sampai sampai, Kepala Dinas Pendidikan DR. Akhmad Kasinu Mpd, sejak awal bahkan mengeluarkan Surat Edaran per tanggal 24/ 8/ 18/ Nomor 5413/2434/2018. Yang menganjurkan agar para orangtua menyesuaikan, bisa antar jemput anaknya di sekolah. Anjuran ini secara resmi dikeluarkan DR Kasinu.

Suparjo ketua FKAP,  saat di temui Wartawan KoranPurworejo.Com di Lokasi Unjuk rasa Depan Kantor sekda Purworejo, menjelaskan.
Bahwa tindakan mogok ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan menolak angkutan online ilegal. Menolak Grab Ilegal. Menolak angkutan umum yang Non retrebusi, non trayek bahkan yang tanpa pajak.
Terminal Kutoarjo lengang

" Mereka yang menggunakan online, sepertinya lebih enak. Dengan plat hitam, tanpa ijin  trayek , tanpa retribusi, seenaknya sendiri beroperasi. Bahkan kini jumlahnya terus bertambah.Seperti Menggusur Angkutan umum di Purworejo" Tandas Suparjo.

" Kami angkutan, seperti kian terjepit. Kami menuntut supaya Pemerintahan di Purworejo bisa bersikap adil untuk mengeluarkan aturan di daerah, " tambah Suparjo,

Dari pantauan Koran Purworejo, para pengunjukrasa, tidak hanya dilakukan oleh Angkutan kota. Tapi juga dilakukan oleh Koperasi Taxi yang ada di Purworejo. Mereka juga mengaku sangat dirugikan adanya Angkutan yang berbasis aplikasi.

Ada yang unik dari unjukrasa ini, para pejabat Perhubungan , seperti menjadi bahan cacian olok olok para supir Angkutan umum. Mereka seperti dipermalukan di depan publik. 
"Ora sumbut karo sragame..!  Mung gelem bayare, ora pecus ngurusi masalahe ! Begitu olok olok para supir. Yang disambut dengan teriakan "Betul ...! 

Setelah orasi kian memanas, Toha dari pihak organda menawarkan dialok perwakilan dengan pihak Pemda. Di ruang Bagelen.

Dari dialog tersebut, Toha sangat menyesalkan, jika Bupati Purworejo Agus Bastian, SE MM. Justru tidak bisa menemui, dengan alasan sedang dinas luar. Sebagaimana dikatakan Asisten II Drs Budi. 

Sementara Dari Perhubungan yang diwakili Kabid Desy dan Wahyu, juga tidak bisa secara tuntas menanggapi para wakil pengunjuk rasa. Desy bahkan berkesan berlindung di peraturan Permenhub 108 / 18. Yang masih  menunggu perubahan di tingkat MA.
Dialog antara Pemkab dan sopir angkutan umum tidak menghasilkan keputusan tetap

Bahkan Desy secara terang terangan, Ojek Online yang kini merebak di Purworejo tidak ada dasar hukum untuk mengaturnya. Karena dalam aturan tidak termasuk sebagai angkutan umum.
Aksi mogok ini, nyaris tidak menghasilkan solusi keputusan tetap apa apa dari Pihak Pemerintah Purworejo. Sementara dari pihak kepolisian yang diwakili Kasatlantas AKP Ayu, mengucapkan terimakasih, dengan unjuk rasa yang damai. "Jangan sampai unjuk rasa jadi memicu ketidaknyamanan, apalagi kerusuhan  ", pungkasnya. ( s.tirta ).

Tidak ada komentar