Breaking News

200 Aparatur Sipil Negara Purworejo, Mendadak Jalani Test Urine.



PURWOREJO, ( KoranPurworejo.com ) --MENGEJUTKAN bagi para pejabat Pemkab Purworejo, Senin (6/8/18)  di Aula Kayu Arahiwang setda Purworejo. Tiba tiba di Test Urine.  Sebanyak 200 pejabat eselon 2 , 3 , 4 Kepala Kelurahan dan semua anggota Satpol PP semua menjalani Test urin.
Hal ini dilakukan   sesuai dengan SK Menpan RB No 50 / 2017 agar ASN mengikuti test urin guna mengetahui sejauh mana sikap ASN terhadap narkoba.

  Kepala BKD Purworejo , Drg, Nancy Megawati HDS,MM selalu panitia penyelenggara, menyebutkan,  ada 200 ASN yang sengaja diundang untuk menjalani Test Urine.

Sementara Bupati Purworejo H,Agus Bastian SE,MM menyambut baik test urin bagi pejabat di Purworejo. Dalam sambutannya sambil bergurau agar suasana tidak tegang karena para pejabat dalam undangannya tersebut Rapat Kordinasi dengan tema Peningkatan Integritas dan Etos kerja Aparatur Sipil Negara ,Cegah Penyalagunaan Narkoba pada Institusi Pemerintah Kabupaten Purworejo .
Namun pada sèason tertentu semua ASN yang diundang, harus melaksanakan test urin,maka susana pun menjadi tegang.

 Ditengah sambutannya,  Bupati Agus Bastian,  sambil tertawa  menyampaikan , bahwa dirinya pada masa mudanya  juga pernah minum miras ,namun ia mengatakan belum pernah merasakan namanya narkoba. Lalu disambut gelak tawa oleh para ASN yang hadir.

Dalam acara tersebut juga dijelaskan Oleh  Susanto SH, MM Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jateng.

Bahwa sekarang  terdapat 4 sampai 5 juta pecandu narkoba ,sedang pecandu tersebut dalam waktu 6 – 8 membutuhkan narkoba.

Dijelaskan Susanto ,SH, bahwa sekarang, dengan berbagai modusnya,   narkoba yang masuk ke Indonesia  ada 253 jenis.

 Susanto juga mengatakan,  bahwa narkoba sudah menjalar, korbannya  sampai ke tingkat anak – anak .
 Di Jakarta dari pelajar SD sudah ada yang terkena,  di Jateng tampaknya hampir sama.

Narkoba sampai sekarang banyak dikendalikan oleh napi narkoba di lapas dan terdapat 85% dikendalikan oleh napi. Oleh karena itu dibangun lapas kusus di Cilacap guna mengedalikan ,agar napi narkoba tidak punya kesempatan jadi pengendali pasar narkoba di luar tahanan. Tegas Susanto. ( S.Tirta )

Tidak ada komentar