Breaking News

Puisi Penyair Purworejo Mewarnai Pembacaan Puisi, Ultah ke -72 Bhayangkara Polda DIY.



YOGYAKARTA ( KORANPURWOREJO.COM )-- ATAS Upaya Sastrawan nasional, seorang Novelis Budi Sarjono yang di dukung oleh Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY ) Brigjen Achmad Dhofiri serta jajarannya, ulang tahun Kepolisian di DIY ditandai dengan pembacaan puisi oleh para perwira Kepolisian dan sejumlah Polwan.

Acara tersebut benar benar menempatkan 'Puisi' sebagai karya sastra menjadi lebih terhormat sebagai media pembelajaran bagi siapaoun. 
Seperti dikatakan Novelis Budi Sardjono,
 " Bahwa puisi bisa menggugah kesadaran, serta mengajak  kebaikan orang. Karena ada nilai yang ditawarkan dengan sentuhan hati nurani ", Ungkap Budi Sarjono. 

Kapolda DIY Brigjen Achmad Dhofiri, yang juga hobby membaca  puisi pun, tidak tangung tanggung, mengundang Budi Sardjono untuk memberikan Workshop kepada para Polisi untuk menulis Puisi dan Fiksi. Selama tiga  hari berturut turut.
Tujuannya supaya para Polisi tidak saja menguasai bahasa verbal namun juga  berbahasa sastra. Tentunya diharap kedepan bisa melahirkan karya sastra.

Selain itu,  Budi Sardjono dan Polda mengundang sejumlah penyair papan atas, seperti Iman Budi Santosa, Umi Kulsum, Sumanang Tirtasujana, Syam Chandra Mantik.Wadie Maarif, bahkan Yani Sapto Hudoyo dan Brigjen Achmad Dhofiri serta Kapolres se DIY juga turut membacakan puisi karya para  penyair nasional.

Acara yang diselenggarakan Polda DIY dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-72 itu, di gelar di obyek wisata Watu Lumbung, Bantul Minggu (1/7/2018) siang hingga malam menjelang pagi. 

  Pada acara Bhayangkara bersastra tersebut juga menampilkan 72 polwan-pembaca puisi karya penyair nasional.Tak ketinggalan  para pejabat utama Polda DIY, para Kapolres dan masyarakat pecinta seni dan sejumlah seniman sastrawan, juga turut membaca. 

Berikut puisi Karya Penyair Iman Budi Santosa yang dihadiahkan untuk Ulang tahun  Kepolisian.

Iman Budhi Santosa

Bhayangkara Rastra Sewakottama

Hari ini, satu Juli, kuterbangkan merpati, kenari, dan kasuari
ke pelosok Nusantara, menebarkan matra-matra Tribrata
agar musim hujan nanti tumbuh bagaikan lumut dan rumput
memenuhi kampung halaman, sawah ladang, gedung-gedung tinggi
jalanan, sampai hutan-hutan pinus, jati dan mahoni

Ya, kami akan ada di sana kapan saja
siang malam bakal berjaga dan menjaga
serupa kentong gardu ronda
mengawal dusun kampung dari jamahan tipu muslihat
pikiran dan perilaku jahat yang datang bersama waktu
dari berbagai penjuru dan alamat

Dengan tiga bintang kuning hitam di kepala
tanda-tanda Bhayangkara di pundak dan sumpah setia di hati
kami berjanji memagari yang benar
serupa duri yang ditugaskan pada tangkai mawar
serupa tulang rusuk melindungi jantung peparu
dari gempuran debu dan virus bakteri yang nekad berseteru

Dengan berbekal Rastra Sewakottama, kami polwan dan polisi
akan terus mengabdi, mempersembahkan keringat dan martabat
kepada seluruh umat, agar pedang belati senantiasa disimpan
rapat di bawah tanah, agar ludah dahak dan caci maki
tak berhamburan menjelma karat korosi di negeri ini

Dengan seragam lengkap sepanjang hari
jangan sekali-kali kami dijunjung tinggi
juga jangan dikira harimau pemangsa yang menakutkan
karena kuku taring yang disandang lengkap
hanya untuk menjadikan sigap
ketika memburu malapetaka sampai tertangkap
hingga menyerah dan sedia mengungkap salah dalam ucap

Hari ini, satu Juli, kusiapkan hidangan salam sapa
juga puisi dan tembang untuk sanak saudara
agar angkara murka berubah jadi kembang
dendam benci musnah terbuang dari pikiran dan hati
menang kalah sedia berpelukan dan memaafkan
seperti amanat dalam kitab suci
yang dipegang teguh seluruh umat di bumi ini

2017


Di Tapal Batas
Oleh Budi Sardjono

Di sini aku berdiri
di tapal batas
tapi tidak tahu di mana batas tugasku
Ketika engkau berjoged dan bermusik
aku berdiri di tapal batas tugas
Ketika engkau menikmati sepak bola
aku berdiri di tapal batas tugas
Ketika engkau mudik lebaran
aku berdiri di tapal batas tugas

Negeri-negeri punya tapal batas
Propinsi-propinsi punya tapal batas
Kota-kota dan kabupaten punya tapal batas
Juga desa-desa dan dusun
semua punya tapal batas

Lalu di mana tapal batas tugasku
aku tidak pernah bertanya
kepada siapa bahkan komandanku!
Karena nurani sudah memberitahu
tapal batas tugas itu ada di lubuk jiwa
para bhayangkara negeri.

Di sini di tapal batas tugas
ada  sumpah setia
bela negara
bela nusa dan bangsa   
Di sini di tapal batas tugas
kuabaikan kepentingan pribadi
kupertaruhkan jiwa dan raga
demi bangsa yang kucinta.
Jakal, 2018


Serta puisi Sumanang Tirtasujana yang juga dibacakan dalam hari Ulang tahun Kepolisian Polda DIY. Berikut petikan puisinya:

MENAPAKI DHARMA 
Bagi Ulang tahun Bayangkara 

Setelah di jelmakan menjadi pribadi yang  berbhakti pagi pertiwi
Di hatimu ditumbuhi dan bertabur  bunga cinta

Engkaulah para Bhayangkara  yang menyunggi mantra penjinak prahara
Dan kau para bhayangkari,  bersanggul embun

Hari ini  benar benar jadi Purnama.
Yang disambut musim bunga melati
Diaromai bunga sedap malam.

Dimuliakanlah, atasmu kelembutan
Disempurnakan, bagimu ketululusan
Diberkatilah untukmu kedamaian

Selamat menapaki Asta marga, Dharma semesta kehidupan
Melayari samudra, delapan  mata angin jalan kebaikan

Diberkatilah atasmu kemuliaan.
Disempurnakankah bagimu pengabdian.

Betapa kubayangkan didadamu yang bidang, segala pusaran angin, mesti kau rebahkan. Sampai segala api amuk amarah, mesti kau dinginkan

Betapa kalian menjadi palung penahan  deru ombak. Menjadi harapan penyelamat, meski kadang  duri dalam onak.
Kami bersandar  berlindung di dada dan bahu kalian.  Untuk sebuah kedamaian jiwa ,  dan semesta.

Purworejo 27 Juni 2018.

Pada acara tersebut, beragam missi bahasa  puisi  muncul. Namun hampir semua puisi dari para penyair, menguatkan keberadaan Kepolisian.
Acara yang diinisiasi oleh Novelis Budi Sardjono ini mendapat sambutan luar biasa di kalangan masyarakat, seniman, Kepolisian, wisatawan dan kalangan wartawan. ( Barep ).

Tidak ada komentar