Breaking News

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ( SKTM, Jadi Hantu Bagi Anak Berprestasi )



PURWOREJO (KoranPurworejo.Com) --MOMENTUM  Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) online saat ini, khususnya di SMA Negeri di Wilayah Purworejo, , dikeluhkan para orang tua. 

Bahkan di Media Sosial  juga muncul berbagai tanggapan masyarakat.  Utamanya dengan Surat Keterangan Tidak mampu ( SKTM ) . Hal ini terjadi karena adanya aturan, bahwa sekolah harus memprioritaskan siswa yang memiliki SKTM (surat keterangan tidak mampu), minimal 20% dari kuota yang tersedia.

Kesimpulan awam mengatakan,  sepanjang ada pendaftar memiliki SKTM, meski nilainya rendah, maka  akan diprioritaskan

 Dampaknya, pendaftar yang  memiliki nilai UN  tinggi (berprestasi), akan mungkin  tergusur. Hal ini  akan terjadi di semua sekolah SMA negeri yang ada di Purworejo. 

Maka banyak para wali murid berpandangan , siswa berprestasi seperti terampas haknya untuk sekolah di SMA Negeri  favorit/unggulan.
 Seperti dituturkan Sujono ( 43 th ) Warga Desa Njono  "  Sekarang ini yang jadi  pesaing bukanlah sesama pendaftar yang  memiliki nilai tinggi, tapi siswa bernilai tinggi juga bersaing dengan pemilik kartu miskin ( SKTM ) "  Ungkap Sujono.

Masih menurut Sujono, " Hal inilah yang sedang saya hadapi. Anak saya , nilai UN 35,35. Nilai matematika 100. Sudah  mendaftar dengan pilihan pertama SMA 1 IPA, pilihan kedua SMA 7 IPA, SMA 2 IPA, dan SMA 1 IPS.

Namun hasilnya, di  SMA 1, 7, tergusur semua.  Lalu menuju ke  SMA 2 juga ketar ketir, karena berada di urutan ke 155 dari kuota 180, padahal masuk zona 1. Permasalahannya? Karena kalah dengan pendaftar ber SKTM, padahal nilainya lebih rendah.

Di SMA 2, pendaftar ber SKTM,  yang  dihimpun juga mencapai angka yang tinggi . Dan kemungkinan masih bisa berrambah. Anak saya  lulusan SMP negeri 3 Kutoarjo, sekolah unggulan kedua setelah SMP 2 Purworejo.

Hal ini juga di akui Lala ( 15 ) warga Kutoarjo. " Saya, mungkin salah satu 'korban' dari peraturan ini. Orang tua siswa lainnya juga mengalami hal yang sama. Saya pribadi tidak mempermasalahkan soal SKTM ini, asal ada aturan tersendiri. Artinya, tidak asal memiliki SKTM langsung masuk, meski nilainya rendah" Tandasnya.

" Kasihan masa depan anak anak yang berjuang keras, belajar agar bisa meraih prestasi. Harapannya bisa melanjutkan pendidikan di sekolah  yang sesuai harapannya. " imbuh Sujono.

Dari pantauan Koran Purworejo.com. kini banyak orang mencari surat keterangan miskin  mendadak. Ada dugaan  PPDB bisa dimodusi menggunakan SKTM.

Sampai berita ini ditulis Kadinas  Dikpora Purworejo DR, Kasinu, belum berhasil dihubungi, untuk dimintai keterangannya. 
Padahal PPDB , pendaftarannya akan ditutup  hari Jum'at ( 6/ 7 ) besok. 
Sudah barang tentu, kini banyak calon siswa dan orang tua, masih pada bingung dan senam jantung untuk urusan anaknya. . ( s.tirta).

1 komentar:

  1. Miris rasanya,ketika siswa yang benar" berprestasi harus kalah dengan yang berSKTM

    BalasHapus