Breaking News

MERTI DESA PAMRIYAN BISA TELAN BIAYA RP 1 MILYAR. ( 5000-an Panggang Ayam Untuk Persembahan Ritual)



PITURUH ( KORANPURWOREJO.COM )-- ACARA MERTI DESA di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Purworejo, dengan persembahan 5000 panggang ayam, bukanlah acara dadakan, tetapi sudah berlaku puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Demikian dikatakan Budi Susilo Kades Pamriyan kepada wartawan.

Dijaman modern dan melenial seperti sekarang ini, masih ada ritual merti desa dengan beramai ramai mengadakan  sesaji panggang ayam hingga 5000 ekor, sungguh jadi  peristiwa yang sangat menarik. 

Merti desa ala Pamriyan ini menjadi fenomena menarik bagi dunia wisata. 
Hari ini Rabu ( 18/7/2018 ) Desa Pamriyan menggelar acara tersebut. Di wilayah Kecamatan Pituruh  hampir semua desa mengadakan Merti Desa. Namun hanya beberapa Daerah yang masih melaksanakan ritual  besar besaran hingga menyembelih 5000 ekor ayam kampung. Salah satunya desa Pamriyan , yang letaknya 20 KM arah  pegugungan utara, dari Ibu kota Kecamatan Pituruh. 

Merti Desa sendiri dilakukan masyarakat desa sebagai  acara kolektif tasyakuran setelah musim panen tiba  .
Pemangku/Ketua Adat Kades Budi Susilo menyampaikan sambutan (foto S. Tirta) 

 Hebatnya Tasyakuran Merti Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, bisa dibilang paling meriah dan unik.  Merti desa adalah tasyakuran panen yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan mengadakan acara-acara yang menakjubkan guna untuk bersyukur kepada Allah atas rezki yang telah diberikan pada masyarakat Desa Pamriyan. Diantaranya tayuban dan persembahan sesaji pada leluhurnya.

Tidak hanya di satu desa saja,  Tasyakuran tersebut biasanya dilakukan di desa-desa wilayah pedalaman Pituruh Purworejo.
Dalam  pelaksanaannya, ada yang 1 tahun sekali dan ada yang 3 tahun sekali ( Desa Pamriyan, Wonosido, Kemranggen, Karang gedang). 

Dikatakan Kades Budi Sulistyo, selaku Pimpinan Pemangku adat. 
 " Kini saatnya Desa Pamriyan menunjukan kehebatannya, yang sudah menjadi kesepakatan warga desa, Merti Desa  dilaksanakan setiap 3 tahun sekali. 
Semua warga pun suka rela membuat persembahan terbaiknya bagi Kebesaran Allah Yang Maha Esa. Diwujudkan dalam bentuk sebuah Ambeng ( Ancak ) . 
Para Tamu Undangan/Aparatur Pemerintah mengikuti prosesi secara khidmat (foto S. Tirta) 

Ancak dibentuk segi empat ukuran 2 x 3 meter, atau 3 x 3 meter . Biayanya disangga oleh  7-10 kepala keluarga per kelompoknya " ungkap Budi.

." Ambeng ( Ancak)  tersebut terbuat dari bambu dan berbentuk seperti ranjang.  Didalam Ambeng diisi tumpeng, ratusan panggang ayam kampung, jenang, wajik, ketan, telur, buah-buahan, rokok, bahkan ada yang mengisi Uang ratusan, dan lain-lain.

"  Isi Ambeng tersebut digunakan khusus untuk dibagikan kepada tamu dari luar Desa Pamriyan. Untuk pembuat Ambeng hanya mendapat Pahala dan citra  kehebatan untuk kelompok yang paling bagus. 

Sehingga ketika di Desa Pamriyan sedang melakukan tasyakuran tersebut, masyarakat luar desa berbondong-bondong untuk menghormati dan mengepung Ambeng  Merti Desa tersebut " tandas Budi Susilo.

Tak hayal, uang ratusan juta pun dipertaruhkan oleh warga Desa Pamriyan, untuk persembahan slametan tersebut.
Karena setiap Ancak bisa menghabiskan dana hingga Rp 20 juta. 
Sutarman, Tokoh masyarakat diantara puluhan ancak yang akan dibagikan (foto S. Tirta) 

Padahal dari pengamatan wartawan KoranPurworejo.com , setidaknya pada  Merti Desa kali  ini ada 47  Ancak.
Di pinggir Ancak berjajar Panggang Ayam kampung sebagaimana wayang Panggang berjajar. Masih ditambah berbagai jenis rokok serta kebutuhan lain ditata begitu artistik. Satu ancak bisa menghabiskan Rp 20 juta. Maka untuk Merti desa Pamriyan diperkirakan habis Rp 1 Milyart.

Pada acara yang digelar  Rabu ( 18/7)  ini Bupati Purworejo , Kapolres, Camat Pituruh, Kapolsek  juga Danramil Pituruh dan jajaran Muspika pun hadir. Menyaksikan ritual merti desa ala Pamriyan.
Setelah di hantarkan sambutan hajat acaranya, oleh Ketua adat desa Pamriyan  Budi Susilo, disertai Doa oleh seorang Kyai setempat. Lalu disambung dengan penyerahan berbagai hadiah bagi Ancak terbaik. Setelah  sambutan Bupati Agus Bastian, SE, MM. maka terus dilanjut dengan umbul bujana bersama. Serta membagikan seluruh isi Ancak , pada seluruh pengunjung. 

Menurut Ketua Pemangku adat Budi Susilo,
"Ada keyakinan bagi warga Pamriyan, semakin kita iklas dengan besaran biaya yang dikeluarkan untuk slametan  desa, dan semakin banyak orang yang mendatangi untuk kenduri bersama, maka akan semakin besar rejekinya ", pungkas Budi Susilo. 

Bupati Agus Bastian, didamping Camat Pituruh Siti Choiriyah ,  menganggap bahwa acara tradisi yang sudah ratusan tahun ini, bakal menjadi agenda wisata yang unik. Bupati akan berusaha lebih memberdayakan Desa Pamriyan menjadi Desa tujuan wisata. 

" Ini harus lebih diberdayakan, supaya jadi destinasi wisata desa " kata Bupati.
Sedang akses jalan menuju Desa Pamriyan yang sebagian rusak. Bupati akan segera memikirkan untuk  segera teratasi.  ( S.Tirtasujana).

1 komentar: