Breaking News

Komunitas Peduli Sungai Tanda Tangani Kesepakatan Dengan Pemerintah. Pemda Wajib Mendukung.



PURWOKERTO ( KORANPURWOREJO.COM) -- KEGIATAN bertajuk 'Pembinaan Kerjasama Pemerintah Perguruan Tinggi  dan Komunitas Peduli Sungai '  yang diselenggarakan di Hotel ASTON Purwokerto Selasa hingga Rabu ( 10-11/ 7/2018 ). Diprakarsai BBWS Serayu Opak dan Dinas PUPR Jateng dan PSDA. 

Menghadirkan para praktisi  Keilmuan dari Perguruan Tinggi dari Unsoed Purwokerto dan Para Petinggi BBWS Jogjakarta, PSDA Jateng, dan Dinas PUPR. Dari peristiwa itu setidaknya menghasilkan berbagai kesimpulan bagi para Peduli Sungai di tingkat  Kabupaten.

Sebagaimana di jelaskan Kasi Perencanaan M Rusdiyanto , ST, bahwa persoalan sungai bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Ia butuh para pemangku yang lain, serta sinergitas antar lembaga pemerintah dan Para peduli sungai.
Sementara Pembicara dari Dinas PUPR Agus Purwanto, menjelaskan, bahwa sudah ada PerMen PUPR yang mengatur bagaimana peran masyarakat harus didukung para Lembaga/ Satker pemerintah di tingkat Kabupaten. Seperti ESDA, PUPR, BPBD, karena Daerah Aliran Sungai ( DAS ) menjadi tanggungjawab para pemangku yang saling menguatkan. Termasuk didalamnya peran masyarakat.

Sementara para Peduli sungai Jawa tengah yang diundang, pada mengeluh. Ditingkat bawah, kurang terdukung oleh lembaga pemerintah. Hal ini juga di benarkan Doktor Budi Wahyuni dari UPN Jogjakarta. Bahwa sinergitas antar lembaga di tingkat Kabupaten belum optimal mendukung Para Peduli sungai.
"Para peduli sungai itu bukan komunitas yang diharap menjadi pembersih sampah. Tapi mereka peduli itu, perlu dijadikan mitra. Diantaranya memberikan banyak penyadaran bagi masyarakat selurus  DAS dari hulu hingga hilir." Ungkapnya.

"Ada persoalan sungai, yang tidak bisa dihindari, yaitu Banjir, Kekeringan, Longsor, semua ini butuh dukungan lembaga pemerintah dan masyarakat. Nah Para Peduli Sungai itu jangan dibiarkan begitu saja. Mereka perlu digandeng dan jadi mitra " imbuh Doktor Budiwahyuni.

Sementara Sumanang Tirtasujana Selaku anggota Kongres Peduli Sungai Indonesia. Mewakili forum peduli sungai, menjelaskan. Bahwa perhatian para pejabat, bahkan lembaga / Satker   terhadap para peduli sungai masih rendah. Ditingkat Kecamatan dan Kabupaten, keterlibatannya bukan pada pencegahan. Tetapi rata terlibat kalau sudah terjadi bencana, seperti banjir longsor dan lain sebagainya.

Sementara para Komunitas berfikir dan melakukan  untuk pencegahan. Seperti membagun kesadaran pada masyarakat  bahwa sungai adalah nadi kehidupan. Tentu harus dijaga DAS nya. Baik hulu hutannya, kekokohan tanggul, kebersihan airnya, serta kerusakan yang mungkin dirusak manusia. Harus dicegah. Ungkap Sumanang.
Doktor Purbudi Setyani dan Sumanang Tirtasujana anggota Kongres Sungai Indonesia (foto Barep) 

Dari hasil pertemuan tersebut, setidaknya mendapat hasil sbb :
1. Komunitas Peduli Sungai ( KPS ) disepakati menjadi Mitra bagi Pemerintah.
2.  Para peduli sungai ( KPS )  menandatangi kesepakatan kerjasama dengan BBWS, PSDA, Dinas PUPR
3. KPS bisa menjalin kemitraan dengan pihak pihak swasta yang mendukung kegiatannya.
4.  KPS untuk turut dalam Musrenbang guna menciptakan keberadaan urusan air sebagai kebutuhan hidup manusia. Baik untuk anakan sungai dan kepentingan pertanian.
5. KPS melalui RT dan Kadus bisa mengusulkan dalam Musrenbang Tingkat Desa,  untuk anggaran yang mendukung pengairan.
6. KPS  bisa mengikuti musrenbang ke tingkat yang lebih tinggi, supaya supata perhatian terhadap sungai dan anak sungai tidak terabaikan.

Kegiatan selama 2 hari  yang digelar di Hotel Aston Purwokerto  ( 10-11/7/2018) tersebut diikuti oleh 44 orang. 
Terdiri dari utusan Dinas sebagai berikut. Dinas PUPR Kabupaten yang mencakup wilayah Serayu Opak, utusan PT Unsoed, PT UMM Purwokerto, PT Univ Wijaya Kusuma, Anggota Konggres Sungai Indonesia KPS Tirta Jaya Purworejo,  Kps Paseban. Kps Sungai Serayu, Kps Reaksi Wonosobo, Kps Banjarnegara,  Kps Konsi, dan Atas Jago.
Keputusan keputusan dari kesepakatan tersebut, juga untuk didukung Satker lintas terkait di tingkat Kabupaten masing masing. ( Barep -Tirta).

Tidak ada komentar