Breaking News

Jadwal Event Menarik di Destinasi Wisata Kabupaten Purworejo



PURWOREJO ( KoranPurworejo.com  )--WAKTU dekat ini Kabupaten Purworejo bakal ada banyak event menarik, yang wajib di kunjungi bagi wisatawan lokal, maupun luar. Hal itu di sampaikan Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Agung Wibowo kepada Wartawan koranpurworejo.com .

Agung mengatakan, pada akhir bulan ini banyak obyek wisata atau destinasi dan event yang bisa di kunjungi bagi masyarakat luas. hal ini bersamaan dengan program yang memang di harapkan oleh bupati Purworejo Agus Bastian, dimana sektor kebudayaan dan pariwisata akan di maksimalkan dengan selogan Romansa 2020.

Pada akhir bulan Juli 2018 ini sudah terjadwal kegiatan yang ada di kabupaten Purworejo
Yang pertama ada Festival layang-layang 28-29 Juli 2018 hari Sabtu-Minggu, di pantai Ketawang Grabag. Festival layang-Layang ini sudah berjalan beberapa tahun ini dan peminatnya sangat lah luar biasa, ada 54 club atau peserta yang akan ikut perlombaan dan itu dari seluruh indonesia, terlebih ada juga ekpedisi dari luar negeri yang akan meramaikan seperti dari Malaysia, Thailand, Swedia, India, Polandia,  Kamis 26/7/18.

Pada Tanggal 28-29 Juli 2018 pun tercatat juga ada kegiatan SEMARAK KARYA DESA #1 di Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Dimana masyarakat lokal dan beberapa komunitas yang ada di Kabupaten Purworejo menggelar pementasan seni budaya dan mempromosikan berbagai potensi lokal yang ada. Di desa Kemanukan sendiri memang sangatlah unik dimana banyaknya grup seni budaya yang wajib dan harus di lestarikan, seperti Incling dan Ande-ande Lumut, ada pula keberagaman agama yang nantinya pada bulan agustus akan di nobatkan sebagai desa toleransi beragama. 

Untuk awal bulan Agustus tanggal 4 ada juga kemah dan kirab budaya yang dilaksanakan di Cankrep Kidul Purworejo, peristiwa  budaya ini tidak berangkat dari sebuah legenda atau cerita tentang terjadi nya sesuatu, namun tercipta karna keprihatinan melihat keberadaan sumur yang sesungguhnya mempunyai keunikan namun kurang diperhatikan kelestariannya.

Maka Reresik atau bebersih bermakna mengajak segenap warga untuk bersama menjaga kelestarian sumur ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini. Dengan bersatunya ketujuh air semoga bersatu pula 7 padukuhan Cangkrep Kidul, sehingga aman, damai dan sentosa.

“ Saya harapkan dengan agenda-agenda yang ada Purworejo semakin di kenal dan masyarakat terbantu atas kemajuan seni budaya dan destinasi wisata,” Kata Agung. (Mas - Tirta)

Tidak ada komentar